Salah Tangkap Orang, 9 Anggota Polres Lamongan Diperiksa Propam Polda Jatim

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Lamongan–Sebanyak sembilan anggota Polres Lamongan diperiksa Propam Polda Jatim. Kesembilan anggota itu diduga salah tangkap orang di Jalan Pattimura, Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro.

Dalam kasus ini ada sembilan polisi Polres Lamongan dan jajarannya yang terlibat aksi salah tangkap terhadap Andrianto (63), warga Jlan Pattimura, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur. 

Sembilan anggota Polres Lamongan itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jatim.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, Setelah kejadian tersebut, Polres Lamongan langsung melakukan proses pemeriksaan terhadap anggota yang saat kejadian bertugas di lapangan.

“Kami memeriksa anggota yang melakukan tugas lapangan kemarin dan kini juga sudah ditangani Propam Polda Jatim,” kata AKBP Miko, Kamis (13/1/2022).

Dijelaskan, kemarin sempat viral insiden video yang tersebar di media sosial penangkapan bandar narkoba dan pelaku terorisme. “Tetapi di sini kami pertegas bahwa peristiwa itu terjadi hanya kesalahpahaman antara anggota kami yang sedang bertugas mengamankan malam tahun baru,” jelas AKBP Miko

Miko kembali menegaskan bahwa penangkapan tidak ada hubungannya dengan kasus hukum melainkan hanya kesalahpahaman petugas di lapangan. Selaku pimpinan Polres Lamongan meminta maaf kepada pihak keluarga yang telah mendapatkan tindakan tidak pantas dari anggota.

“Kami sampaikan, 9 anggota Polres Lamongan yang bertugas waktu itu, saat ini sudah diperiksa oleh Propam Polda Jawa Timur,” ungkap Kapolres Lamongan

Andrianto, melalui menantunya Satriya Galih Wismawan mengaku senang mendengar petugas yang arogan saat bertugas sudah diproses oleh Propam Polda Jatim. 

Dia berharap peristiwa seperti ini menjadi yang terakhir kalinya. Sehingga tidak terjadi kembali kepada siapapun, di manapun dan kapanpun. Karena tugas utama polisi adalah melayani dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Jadi betul kami sudah bersepakat untuk memaafkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memproses anggota di Propam Polda Jatim. Spirit utama kami sebenarnya adalah agar kinerja kepolisian semakin baik,” pungkasnya.(mkr)