Rumah Warga Jenangan Ponorogo Disatroni Maling Saat Ditinggal Tarawih, Dua Tersangka Akhirnya Diringkus

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Kedua tersangka, NM dan S berhasil diamankan anggota Satreskrim Polres Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Dua pemuda berinisial NM (39) dan S (35), warga Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo diringkus polisi. Pasalnya mereka berdua kedapatan bobol rumah Yayuk Ispawati, warga Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

BACA JUGA :  Korban Gempa Jatim Digerojok Bantuan Perbaikan Hingga Sewa Rumah dari BNPB

“Jadi yang lain tarawih, mereka (tersangka) membobol rumah orang tetangga desanya,” ujar Kanit Pidum Polres Ponorogo, Ipda Guling Sanaka, Selasa (11/5/2021).

Saat beraksi, keduanya pun membagi peran. Tersangka S sebagai penunjuk jalan. Sedangkan NM adalah eksekutor.

Sebelum keduanya beraksi, tersangka S telah mensurvei lokasi terlebih dulu. Kemudian diinformasikan kepada tersangka NM untuk dieksekusi.

Tersangka masuk rumah korban dengan cara mencongkel pintu. “Rumah kan kondisi kosong. NM leluasa mengambil barang. Yang berhasil diambil perhiasan 8,7 gram, 2 handphone dan 1 laptop,” urainya.

Korban yang saat itu baru pulang dari salat tarawih sontak kaget, setelah melihat kondisi rumahnya. Saat itu pintu rumah masih terbuka dalam keadaan tercongkel.

“Semua barang yang saya sebutkan tadi hilang,” bebernya.

Selanjutnya korban pun lapor ke polisi. Taka lama setelah ada laporan tersebut, tim Resmob Sat Reskrim Polres Ponorogo langsung bergerak melakukan penyelidikan. Termasuk dengan mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan.

“Tanggal 4 lalu kami berhasil menangkap 2 orang diduga melakukan curat (pencurian dengan pemberatan) di Jenangan, beserta BB (barang bukti) tindak pidana yang dilakukan,” paparnya.

Dijelaskan Ipda Guling, eksekutor alias NM merupakan residivis. Sedangkan S baru sekali melakukan tindak kejahatan.

Atas tindakan keduanya, polisi telah menjerat tersangka S dan NM dengan Pasal 363 KUHP. “NM kasus pertama penganiayaan, kedua curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dan ketiga penganiayaan. Alasan keduanya (mencuri) karena terlilit utang,” pungkas Guling. (nul)