Rumah Kakek di Madiun Ambruk, Empat Penghuni di Dalamnya Selamat

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

Kondisi rumah korban ketika dievakuasi.

KLIKJATIM.Com I Madiun – Sebuah rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun, roboh, Rabu (24/3) pagi. Rumah Sukardi (64) itu menyebabkan kerugian material dan tidak ada korban jiwa. Meskipun saat ambruk, ada empat penghuni yang sudah di dalam rumah. Sukardi saat itu duduk di dalam rumah. Lalu, istri dan dua anaknya juga masih tidur.

BACA JUGA :  Eri Cahyadi Tak Ingin Ada Anak Putus Sekolah di Surabaya Akibat Pandemi

“Saya duduk, trus brug gitu aja. tertimpa atap rumah tidak bisa bergerak, tapi saya sadar pas tertimpa itu,” kata Sukardi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Nambangan Lor, Rusmoyo mengatakan, Suparti istri Sukardi yang tidak sadarkan diri telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun. “Korban tidak ada, ibu Suparti mengalami pingsan tidak tau kena robohan apa mungkin tertimpa kayu blandar kena kepalanya,” jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, Rusmoyo langsung melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun untuk penanganan rumah roboh. LPMK berupaya mengusulkan untuk melakukan rehab melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemkot Madiun.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana sementara mengevakuasi puing-puing reruntuhan rumah dan berlangsung sekitar dua jam. Saat mengevakuasi puing-puing rumah, petugas tak mengalami kendala. Hanya saja, rumah Sukardi berada di gang sempit sehingga untuk mengangkut keluar gang diusung secara manual.

“Puing-puingnya genteng, kusen yang keropos sudah dicopoti. Yang masih bisa dipakai akan dikembalikan ke keluarga,” ujar Handri Atmoko, TRC BPBD Kota Madiun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Totok Sugiharto mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pemilik rumah ke Rusunawa milik Pemkot. Karena sifatnya accident atau kecelakaan, Ia mengklaim rumah tersebut tidak masuk RTLH Pemkot, karena untuk masuk prosesnya harus masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial.

“Kalau nggak gitu tidak bisa, bisanya nanti kita arahkan ke CSR. Karena mungkin butuh waktu kalau kersa (berkenan,red) kita fasilitasi di Rusunawa,” pungkasnya. (bro)