Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSD dr. Soebandi Jember Tersisa 14 Tempat Tidur

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Direktur RSD dr. Soebandi, Hendro Sulistijono
KLIKJATIM.Com | Jember – Ruang isolasi pasien Covid-19 sejumlah rumah sakit di Jember dalam kondisi penuh. Hal itu karena adanya peningkatan kasus konfirmasi positif beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, ruang isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi masih tersedia.
BACA JUGA :  Subsatgas Guldam Lantamal V Rutin Semportkan Disinfektan
Direktur RSD dr. Soebandi, Hendro Sulistijono mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 di Jember memang meningkat, namun hal tersebut tidak berpengaruh dengan RSD dr. Soebandi. Karena tidak semua pasien menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi ada yang melakukan isolasi mandiri.
“Tren kasus Covid-19 di Jember memang mengalami peningkatan yang signifikan. Namun tidak begitu berpengaruh terhadap kondisi ruang isolasi yang ada di RSD dr. Soebandi, karena ada yang isolasi mandiri di rumah,” ujarnya, Kamis (3/12/2020).
Menurutnya, kapasitas ruangan untuk isolasi pasien terpapar Covid-19 di rumah sakit rujukan tersebut hingga saat ini masih tersedia, bahkan tersisa ruangan isolasi sebanyak 14 tempat tidur. Nantinya ruangan itu disiapkan untuk dapat dipergunakan pasien Covid-19.
“Intinya kami masih tersedia sekitar 14 tempat tidur, tentunya jumlah ini kami persiapkan untuk pelayanan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.
Hendro menambahkan, informasi soal penuhnya kapasitas sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jember dimungkinkan karena ruang isolasi yang disediakan memang sangat terbatas. “Kalau RS lain yang penuh mungkin karena kapasitas ruangannya terbatas,” tuturnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sampai dengan Kamis (3/12/2020), jumlah pasien sembuh dari virus corona Covid-19 mencapai 1953 orang, dari total positif 2571 orang atau 75,96 persen sembuh. Sedangkan pasien virus corona Covid-19 yang masih dirawat mencapai 496 orang atau 19,29 persen. Untuk kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia 122 orang, atau 4,75 persen. (mkr)