Risma Larang Warga Surabaya Berkumpul Rayakan Tahun Baru 2021

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Perayaan tahun baru 2021 di Kota Surabaya bakal tak semeriah tahun sebelumnya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melarang warga Surabaya berkumpul menyalakan kembang api. Sebab, kasus covid-19 kembali meningkat pasca libur panjang.

BACA JUGA :  Soal Rekrutmen PPPK, GTT Usia 35 Tahun ke Atas Minta Lebih Diprioritaskan

Berkaca dari libur panjang beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui jika penambahan kasus covid-19 sekitar 100/hari. Namun, kini jumlahnya mulai melandai.

“Kemarin memang ada kenaikan lagi, tapi kita cek ternyata memang ada. Mereka juga pergi ke luar kota. Karena itu saya berharap, saya sudah memberikan surat edaran (SE), nyuwun tulung kepada para RT dan RW untuk memantau terutama warganya yang keluar kota,” kata Risma di Rumah Dinas Jalan Sedap Malam, Selasa (15/12/2020).

SE ini juga berlaku pada pemilik usaha maupun perusahaan. Pasalnya, setelah dilakukan tracing ditemukan pegawai yang pergi ke luar kota.

Risma juga meminta kepada warganya tetap di rumah bersama keluarga dan menunda perjalanan ke luar kota. Harapannya, pandemi covid-19 ini akan segera berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas seperti semula lagi.

“Saya berharap bahwa kali ini saja, saya yakin kalau ini kita bisa disiplin, bisa menyelesaikan pandemi ini di tahun ini. Jadi saya berharap tahun ini, sementara tidak melakukan perjalanan keluar kota, liburan, kepada seluruh warga kota surabaya,” ujarnya.

Dia juga mengajak warga Surabaya untuk bersama-sama melawan covid-19 di penghujung tahun 2020.

“Sementara ditahan dulu, dan kami tadi bicara dengan Satpol PP dan Linmas. Juga tidak menyarankan untuk penyelenggaraan malam tahun baru, tahun ini saja. Kalau tahun ini clear, Insyaallah tahun depan bisa melakukan seperti semula. Karena memang harus bersih,” jelasnya.

Wali Kota perempuan di Surabaya ini mengharapkan sebelum long weekend tahun baru kondisi pandemic covid-19 mulai membaik. Dan tidak akan naik setelah libur panjang tahun baru.

“Kemudian sempat kita turun, ini mulai naik lagi saya tidak sebutkan kenapa. Tapi kami punya datanya. Saya berharap ini jangan sampai terus naik lagi karena libur panjang. Saya berharap, memohon kepada seluruh warga Surabaya, sekali ini saja, tahun ini saja kita tidak merayakan tahun baru yang akan menimbulkan kembalinya penyakit ini. Karena dari tren sebenarnya sudah mulai bagus lagi,” pungkasnya. (mkr)