Ringankan Beban Warga, Korban Kebencanaan di Bojonegoro Dapat Santunan Hingga Rp 15 Juta

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saat memberikan santunan di pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Sebanyak 30 keluarga korban bencana di Kabupaten Bojonegoro menerima santunan dari Pemkab Bojonegoro. Santunan ini diberikan kepada warga korban bencana di antaranya adalah kebakaran, tenggelam dan angin puting beliung.

BACA JUGA :  Antisipasi Masalah Oksigen, Begini Saran Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ardian Orianto mengatakan, santunan ini diserahkan secara simbolis kepada 3 perwakilan korban atau keluarga oleh Bupati Anna Mu’awanah. “Tahun 2021 ini ada 30 kejadian kebencanaan di Bojonegoro,” ujar Ardian Orianto, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, untuk kriteria penerima santunan mengacu sesuai Perbup Bojonegoro Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Pemberian Santunan Bagi Korban Bencana di Kabupaten Bojonegoro. Yakni diberikan kepada individu, keluarga dan/atau masyarakat korban bencana.

Adapun rekap kejadian bencana dari 30 kejadian kebencanaan di Bojonegoro disebutkan ada 20 korban kebakaran, 7 korban tenggelam, dan 3 korban angin puting beliung. Para penerima santunan mendapatkan uang masing-masing 15 juta rupiah untuk korban kebakaran dan 3 juta rupiah bagi korban tenggelam.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan, pemberian santunan bagi korban bencana merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Bojonegoro untuk meringankan beban warganya tertimpa musibah. Meski nilai santunan tak sebanding dengan total kerugian yang diberikan. “Mudah-mudahan bisa manjadi manfaat buat keluarga atau korban,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, Anna Mu’awanah mengajak kepada warga untuk lebih safety terkait penggunaan peralatan rumah tangga pada kehidupan sehari-hari. Seperti listrik maupun kompor gas yang bisa menjadi pemicu hingga menimbulkan kebakaran akibat kelalaian.

Dalam kondisi seperti ini, apalagi di musim kemarau, sosialisasi tindakan pencegahan kebencanaan juga harus sering digalakkan secara masif kepada warga. Tujuannya untuk meminimalisir kejadian bencana dan kerugian yang ditimbulkan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini Pemkab akan menaikkan jumlah santunan duka (kematian) untuk warga, hal ini merupakan bentuk perhatian Pemkab untuk saling bergotong royong membantu meringankan beban bagi warga terdampak,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam penyaluran yang berada di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro ini dihadiri oleh Camat Trucuk, Baureno, Margomulyo. Kemudian Kades Lebaksari, Kecamatan Baureno; Desa Mori, Kecamatan Trucuk, serta Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo. (nul)