Ribuan Rumah Terancam Digusur Setelah PT KAI Berencana Mengaktifkan Stasiun Kebungson

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Stasiun Kebungson Kecamatan Gresik bakal diaktifikan kembali oleh PT KAI

KLIKJATIM.Com | Gresik — Perusahaan kereta api plat merah PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengoperasikan kembali stasiun ‘Gresik lama’ di Jalan Nyai Ageng Pinatih Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.  

BACA JUGA :  Pyridam Farma Distribusikan Obat Anti Covid Sesuai HET Kemenkes

Hal itu diperkuat adanya MoU dengan PT TJP (Trans Jaya Persada) yang ditunjuk mengoperasikan jalur KA Stasiun Gresik menuju Stasiun Indro. Usai kesepakatan, berbagai persiapan teknis tengah dilakukan, termasuk mengkalkulasi biaya relokasi rumah warga yang berdiri di atas aset PT KAI.

Manager Humas KAI Daops VIII Surabaya, Lukman Arief menyampaikan, meski pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail langkah-langkah yang tengah dipersiapkan KAI dalam rencana reaktivasi stasiun Kebungson namun dia menyebut jika kebijakan tersebut bukan isapan jempol belaka.

“Kami berkomitmen dan serius dalam merealisasikan rencana yang telah disusun. Termasuk reaktivasi stasiun Gresik lama,” Tuturnya kepada Klikjatim.com

Namun Lukman enggan menyampaikan secara detail rencana yang akan dilakukan KAI lantaran rencana itu masih digodok jajaran Direksi PT KAI. “Saya belum mendapatkan arahan untuk menyampaikan teknis rencana ini kepada media. Mohon waktu,” katanya.

Hal ini diperkuat oleh Kepala Desa Pulopancikan Affandi yang menyebut jika pihak Desa sudah mendapatkan sosialisasi dari KAI perihal rencana reaktivasi jalur KA lama yang melintas di desanya bahkan sejak sebelum Pandemi Covid 19 melanda. 

“Dari 2019 wacana ini sudah santer terdengar, bahkan beberapa warga juga sudah rapat jika benar-benar nanti jalur KA diaktifkan apa yang harus dilakukan,” Ceritanya.

Menurut Affandi tak kurang dari 300 rumah warganya yang akan terkena relokasi bila rencana reaktivasi jalur KA benar-benar dijalankan PT KAI.  Affandi mengungkapkan, Desa Pulopancikan dan Kelurahan Bedilan menjadi wilayah yang paling panjang dilalui jalur KA lama.

“Jika ditarik dari stasiun Indro maka jalur KA lama ini melintasi lima desa diantaranya Desa Sidorukun, Kelurahan Sidokumpul, Desa Pulopancikan, Kelurahan Bedilan dan Kelurahan Kebungson,” rincinya.

Sementara, berdasarkan data yang didapat dilapangan panjang jalur KA Stasiun Gresik menuju stasiun Indro sebesar 3 kilometer.  Disepanjang jalur itu terpantau banyak berdiri pemukiman penduduk sejak tahun 1980 silam. Diperkirakan jumlah rumah yang berdiri disepanjang jalur KA lama itu mencapai 1.200 unit bangunan. 

Pada bagian lain, Agus warga Desa Pulopancikan yang rumahnya berdiri dijalur rel kereta api mengaku hanya bisa pasrah bila rumah yang dia tinggali sejak 30 tahun harus direlokasi. Dia pun menyadari jika selama ini lahan yang dia tempati milik negara. “Kalau harus digusur ya cuma bisa pasrah. Namun kami tetap berharap ada kompensasi dari negara,” harapnya. (rtn)