Rekom PDIP di Pilwali Surabaya, Ada Whisnu Sakti, Mbak Puti Atau Dyah Katarina

Reporter : Redaksi - klikjatim

Mat Mochtar bertemu dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP.

KLIKJATIM.Com I Surabaya–Rekom PDIP untuk Pilwali Surabaya yang belum diumumkan pekan lalu, menyisakan teka-teki.  Namun ada kabar kepastian rekom jatuh ke tangan kader internal partai.

BACA JUGA :  Sambangi Trucuk, Kapolres Bojonegoro Titip Pesan ke Polsek

“Saat kami bersilaturahmi dengan Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto red) pekan lalu, dipastikan rekom calon walikota Surabaya diberikan pada kader internal partai ,” kata Koordinator Posko Gotong Royong, Mat Mochtar, Senin (20/7).

Keputusan DPP PDIP untuk mengusung kader partai tentu dengan pertimbangan matang. Misalnya soal keutuhan partai, loyalitas dan pengalaman. Peluang non kader masih terbukan untuk mengisi kursi calon wakil walikota.

BACA JUGA :  585 Koperasi di Bojonegoro Tak Terurus

“Kita serahkan sepenuhnya keputusan pada ketua umum, Mbak Mega (Megawati Soekarno Putri red),” kata Mat Mochtar.

Lalu siapa yang akan menerima rekom. Apakah Whisnu Sakti Buana (WS)  yang sempat diberitakan harian Disway mendapat rekom, Sabtu (4/7).

Mat Mochtar membenarkan WS salah satu calon yang akan menerima rekom.

“Tapi masih ada beberapa nama lain yang menjadi pertimbangan, diantaranya Puti Guntur Soekarto atau Mbak Puti, Bisa juga Istri Pak Bambang DH, Diah Katarina Istri ,”Katanya.

Rekom untuk Pilwali Surabaya dipastikan akan turun Agustus 2020. Mat Mochtar mengaku siap mengawal keputusan DPP PDIP.

BACA JUGA :  Tanpa Pengawalan, Bupati Lamongan Blusukan ke Sejumlah Puskesmas Saat Libur Idul Fitri

Seperti pada pilwali sebelumnya, Mat Mochtar menjadi bagian dari perjuangan kader PDIP Surabaya untuk memenangkan Pasangan Tri Rismaharini (Risma)-Bambang DH, begitu pula saat Risma dicalonkan kedua kalinya berpasangan dengan WS.

Sebuah catatan tetang sosok Mat Mochtar, saat proses pencalonan pasangan Risma-Bambang DH pada 2010. Suasana tak jauh beda dengan saat ini.

Ada ketidakpastian jatuhnya rekom. Apa ke tangan Risma-Bambang atau Saleh Mukadar-Bambang DH.  Baik kubu Risma dan Saleh saling bersaing. Jauh sebelum adanya pengumuman resmi dari DPP PDIP, Mat Mochtar kepada Klikjatim.com mengaku mendapat bocoran informasi. “Tulisen seng gede (tulis yang besar), rekom pasti ke Risma-Bambang, ini dikasi tahu sekjen,” kata Mat Mochtar.

Kala itu, yang menjabat sekjen DPP PDIP Pramono Agung.

Saat ini menjabat sekretaris kabinet Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Setelah bocoran kabar itu diberitakan, Mat Mochtar malah tertunduk lesu. “Aku dimarahi sekjen, kenapa soal rekom diberitahu ke wartawan,” kata Mat Mochtar kala itu. (rtn)