Ratusan Tokoh Agama di Tulungagung Mulai Terima Vaksin

Reporter : Iman - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tulungagung–Vaksinasi terus dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Ratusan tokoh agama mulai menjalani vaksinasi, Minggu (7/3/2021).

BACA JUGA :  Markas Baru Polres Gresik Sedot Anggaran Rp 42,5 Miliar, Bersiap Alih Status Tipe A

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupetan Tulungagung, Kasil Rohmad yang ditemui saat memantau proses vaksinasi di kantor PCNU Tulungagung mengatakan, total jumlah tokoh semua agama di Tulungagung sebanytak 375 orang. Jumlah tersebut bisa bertambah, mengingat upadate data penerima vaksin terus dilakukan setiap harinya.

“Data di kami saat ini ada itu tadi 375 sasaran, tentu ini data yang fleksibel karena kami juga menerima masukan dari bawah, sehingga kemungkinan bertambah, besar sekali,” ujarnya.

Sejak Sabtu kemarin sebagian tokoh agama sudah mendapatkan vaksin dengan mendatangi 40 fasilitas kesehatan di Kabupaten Tulungagung yang melayani pemberian vaksin, sedangkan pada hari Minggu ini vaksinasi dilakukan di Kantor PCNU, mengingat jumlah tokoh agama dari NU cukup banyak.

“Sebenarnya sejak kemarin sudah mulai dilakukan, sebagian ada yang datang ke faskes,cuman karena hari ini tokohnya banyak, makanya kita pilih di kantor PCNU saja, ini vaksin untuk semua tokoh agama, baik itu Budha, Hindu, Kristen juga, semuanya,” ucap Kasil.

Kasil menyebut, tokoh agama masuk dalam kategori penerima vaksin tahap kedua mengingat kegiatannya yang masuk kategori pelayan masyarakat, apalagi yang selama ini rutin memberikan ceramah, kemudian memimpin kegiatan agama seperti yasin tahlil hingga ada juga yang mengajar di madrasah.

“Ya karena beliau ini masuk kategori pelayan masyarakat, masuk dalam daftar penerima vaksin tahap kedua,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Tulungagung, Abdul Hakim Mustofa meminta kepada masyarakat agar tidak memiliki kerugian atas vaksin covid-19 yang saat ini sedang diprogramkan oleh Pemerintah.

“Dengan menyaksikan kami ini tokoh agama mendapatkan vaksin, harapannya masyarakat bisa memahami hal ini dan tidak lagi muncul suara suara tidak percaya akan vaksin dan lain lain,” terangnya.

Tetapi pihaknya tetap mengingatkan kepada tokoh agama yang telah mendapatkan vaksin agar tetap menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini. (mkr)