Ratusan Remaja Kota Pasuruan Demo Tolak PPKM Diwarnai Kericuhan

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Massa penolak PPKM saat berhadapan dengan aparat keamanan sempat diwarnai kericuhan meski akhirnya bisa dikendalikan

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Ratusan pemuda di Kota Pasuruan berunjuk rasa menolak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,  Kamis siang (15/7/2021). Mereka menggelar aksi penolakan PPKM Darurat di Kota Pasuruan.

BACA JUGA :  Mendag : Stok Beras Selama PPKM Cukup Tidak Perlu Impor

Mayoritas peserta aksi itu adalah anak muda. Lantaran dinilai meresahkan dan memicu kerumunan, peserta aksi itu pun lantas diamankan aparat kepolisian.

Aksi massa mulai berkumpul di Jalan Pahlawan, Kamis (15/7/2021) siang. Sasaran mereka sebenarnya ialah Balai Kota Pasuruan. Mereka akan memprotes kebijakan pemerintah mengenai PPKM Darurat yang berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

Tanpa orasi. Massa hanya membawa beberapa pamflet yang menyerukan penolakan PPKM Darurat. “Jangan membodohi rakyatmu demi uang”. Ada juga yang membawa pamflet dengan nada satir dengan mencantumkan nomor telepon. “Jual alat bantu dengar, biar bisa dengar suara rakyat”. Sebagian juga terlihat mengarak keranda mayat bertuliskan “Covid mengintai”.

Akan tetapi, petugas gabungan sedari awal sudah bersiaga. Tak ingin terjadi kerumunan, para petugas menghalau massa. Mereka diminta bubar. Massa didorong mundur. Semburat. Ada yang lari ke arah utara. Sebagian besar kabur ke arah selatan. Hingga sampai di Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Peserta aksi itu diamankan di berbagai penjuru. Sebab setelah mengetahui kedatangan petugas, mereka langsung berpencar. Ada yang ditangkap di Jalan Pahlawan, ada yang di Jalan Balai Kota. Sebagian juga di Jalan Wahidin, Jalan Sunan Ampel dan Jalan Sultan Agung.

“Hampir semuanya justru berasal dari luar kota,” kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman seperti dikutip Radar Bromo.

Arman menyatakan, semua yang diduga terlibat dalam aksi kemarin diamankan. Sebab mereka telah membuat gaduh dan meresahkan masyarakat. “Sekarang masih dalam pendataan untuk selanjutnya kami perlu lakukan pemeriksaan kepada mereka,” kata Arman. (ris)