Ratusan Pesilat Terlibat Bentrok di Madiun, Diduga Sebagian Datang dari Nganjuk

Reporter : Redaksi - klikjatim

KLIKJATIM.Com l Madiun – Sidang sengketa yayasan perguruan silat di Madiun menyisakan sedikit noda. Ratusan terlibat bentrok di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun pada Kamis (18/6/2020) sore. Sejumlah rumah rusak akibat kerusuhan tersebut.

BACA JUGA :  21 SMP di Surabaya Bakal Melaksanakan Belajar di Kelas

Informasi yang dihimpun, kericuhan ini mengakibatkan beberapa rumah rusak di bagian genteng dan kaca jendela. Bahkan, ada beberapa orang yang terluka dalam kericuhan ini.

BACA JUGA :  Pertamina Hulu Indonesia Temukan Sumur Gas di Lepas Pantai Kaltim

Petugas dari kepolisian dan TNI yang mengamankan wilayah tersebut sempat kewalahan menghadapi kericuhan itu. Petugas berhasil mengendalikan kericuhan setelah mendorong massa ke arah timur.

Ratusan pesilat ini diduga datang ke Madiun untuk menyaksikan sidang sengketa Yayasan Setia Hati Terate yang digelar PN Kota Madiun, Kamis.

Atas peristiwa tersebut, Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto masih irit bicara. “Kami lakukan penyelidikan dulu. Banyak saksi yang akan diperiksa,” tuturnya.

Aksi kericuhan pesilat ini pun terekam dalam video dan tersebar di sosial media dan aplikasi perpesanan WhatsApp. Dalam video tersebut terlihat ada oknum yang saling melempar batu.

Sekretaris Kecamatan Saradan, Joko Susilo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah maupun fasilitas umum yang rusak akibat bentrokan antar kelompok pesilat itu. Satu per satu bangunan rumah dan fasum yang rusak didata oleh petugas.

“Ada sekitar 14 rumah, satu tempat ibadah dan satu tugu perguruan silat yang rusak,” imbuhnya.

Kasus ini kemudian ditangani Polres Madiun dan akan diselidiki lebih lanjut. (bro)