Ratusan Honorer Gresik Diangkat Jadi P3K, Beragam Ekspresi Kegembiraan Mulai ‘Tik Tok-an’ Hingga Sujud Syukur

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Ratusan PPPK yang barus saja menerima SK pengangkatan langsung sujud syukur di Halaman Pemkab Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebanyak 227 tenaga honorer atau harian lepas di Kabupaten Gresik diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Rata-rata mereka adalah pegawai kategori 2 (K2) dan non K2 yang terdiri dari 167 formasi guru, 26 tenaga kesehatan, dan 34 tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP).  

BACA JUGA :  Kasus Covid-19 di Lamongan Meningkat, Bupati Yes Minta Satgas di Desa Dioptimalkan

Surat Keputusan (SK) pengangkatan ini diserahkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah secara simbolis di Halaman Pemkab Gresik, Senin (22/3/2021). Kabar yang sudah dinanti bertahun-tahun ini langsung disambut gembira dengan berbagai ekspresi para pegawai. Mulai dari sorak gembira, meloncat, nyanyi bersama sambil main tik tok. Bahkan mereka dengan kompak melakukan sujud syukur.

“Tentunya anda sudah sangat menunggu momen seperti ini selama bertahun-tahun. Alhamdulillah, kali ini sudah tiba saatnya anda menerima SK P3K. Saya mengajak anda untuk selalu bersyukur kepada Allah, semuanya dari Allah subhanallahu ta’ala,” ungkap Wabup Aminantun Habibah.

Dia pun mengajak kepada para P3K untuk bekerja melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Mereka diminta kreatif dan selalu berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Yang dari pendidik, jadilah guru dan pendidik yang baik. Untuk yang tenaga kesehatan, saya ingatkan bahwa dimasa pandemi ini anda merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Dan untuk penyuluh pertanian, anda bertanggungjawab terhadap kesejahteraan para petani dan swasembada pangan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik, Nadlif membeberkan, SK P3K kali ini merupakan formasi tahap I tahun 2019. Jumlah total sebenarnya ada 231 orang, namun tiga orang di antaranya meninggal dunia dan satu terjerat kasus hukum sehingga tersisa 227 orang. “Sebenarnya surat keputusan (SK) ini pada bulan Februari, tapi kita menunggu bupati baru untuk melakukan pengangkatan ini,” ujar Nadlif. 

Honorer yang diangkat ini sudah mengabdi lama, bahkan ada yang sampai puluhan tahun. “Yang tertua yaitu Ir. Suwiji berumur 56 tahun. Dia adalah penyuluh pertanian. Jadi kontrak kerjanya hanya 2 tahun,” lanjutnya.

Hoirul Anam, guru honorer di salah satu sekolah di Benjeng yang diangkat menjadi P3K mengaku sangat senang dan bersyukur. Sebab dirinya sejak tahun 2004 menjadi guru dengan penghasilan di bawah Rp 500 ribu.

“Alhamdulillah sekarang dengan diangkatnya menjadi P3K, honor guru menjadi Rp 2.966. 500 yang sebelumnya Rp 200 ribu atau Rp 400 ribu,” ucapnya sambil menunjukkan SK yang sudah diterimanya. 

Dijelaskan, ketika itu dirinya ikut seleksi tes P3K pada tahun 2019. Setelah dua tahun menanti hasilnya, kini pada tahun 2021 SK tersebut pun dapat dipegangnya. (nul)