PT Shou Fong Hanya Beri THR 100 Ribu Kepada Karyawan, DPRD Bilang Begini

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Buruh sedang melakukan unjuk rasa.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Ratusan buruh pabrik PT Shou Fong Lastindo yang berada di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan aksi mogok kerja. Hal itu karena para buruh belum mendapatkan gaji pokok serta tunjangan hari raya (THR) yang tidak sesuai harapan. Aksi mogok kerja dilakukan pada Jumat (7/5/21) pagi.

BACA JUGA :  Viral! Ustadz Abdul Somad Bakal Nikahi Gadis Jombang 19 Tahun

Para buruh sempat menyampaikan tuntutannya kepada manajemen perusahaan PT Shou Fong yang bergerak di bidang pembuatan alas kaki sepatu tersebut. Namun, para buruh tidak mendapat tanggapan. Selanjutnya para buruh meninggalkan lokasi pabrik.

“Banyak yang langsung pulang, sangat kecewa karena tidak mendapat tanggapan dari manajemen,” ujar salah satu buruh yang tidak mau disebutkan namanya.

Dikatakan, sebetulnya perusahaan sudah memberikan THR, namun nominalnya hanya senilai Rp 100 ribu. Nilai itu bagi para buruh tidak seimbang dengan jam kerja yang pulangnya hingga malam hari. “Gaji kita juga belum dibayar-bayar. Diundur terus. Kita sudah bekerja sesuai jam, kita juga butuh makan, sebentar lagi juga mau lebaran,” ujarnya dengan nada kesal.

PT. Shou Fong ini di Bojonegoro ada dua tempat. Yakni di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, serta di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo. Kedua pabrik ini satu atap dan satu manajemen. Gaji para buruh yakni senilai Rp.1.870.000 atau sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2019. Sesuai informasi, para buruh mendapatkan gajian selama dua kali dalam sebulan yakni awal dan akhir bulan.

Menanggapi aksi mogok kerja para buruh di Desa Bakung, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, saat ini timnya sedang melakukan verifikasi ke lapangan guna memperoleh fakta-fakta sebenarnya.

“Jadi harus ada kepatuhan dari perusahaan dalam pemberian THR sesuai ketentuan yang berlaku termasuk apabila tidak mampu memberikan sesuai ketentuan. Untuk aduan secara resmi belum ada, tetapi kami langsung turunkan tim ke lokasi,” ujar Welly.

Sementara itu, anggota DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menyikapi Aksi Unras di PT Shou Fung tersebut. Menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“PT Shou Fung kena Denda 5 persen, Pemerintah Daerah harus tegas menyikapi situasi di PT Shou Fung,” kata Politisi Golkar saat dikonfirmasi klikjatim.com

Ia menambahkan, dalam jangka pendek ini mendorong pemerintah daerah harus bersikap tegas terhadap PT shou fung, dengan memanggil pimpinan perusahaan sesuai kewenangan yang di miliki pemerintah daerah.

“Tadi Ketua Komisi C Mas Affan telah memerintahkan beberapa anggota Komisi C untuk terjun ke lapangan (di luar jadwal Banmus),” imbuhnya.

Sedangkan jangka menengahnya akan diagendakan memanggil SKPD Terkait dalam hal ini Disperinaker untuk menyampaikan laporan terkait PT Shou Fung dan permasalahan yang di hadapi sehingga sering terjadi beberapa kali permasalahan dalam perusahaan tersebut, tentu juga pihak Disperinaker untuk menghadirkan jajaran pimpinan Perusahaan tersebut. (bro)