PT Inka Bidik Pengembangan Produk Peti Kemas Ikan Laut

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Madiun – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA tengah melakukan pengembangan bisnis usaha, yang tidak hanya memproduksi kereta saja. Namun, juga mulai membidik pengembangan peti kemas untuk ikan laut.

BACA JUGA :  Wabup Bojonegoro Jalan Kaki, Pelototi Pembangunan Jalan Poros

Hal ini diakui oleh Direktur Utama (Dirut) PT INKA Budi Noviantoro. “Kami juga sudah melakukan uji ketahanan prototipe reefer container di Pelabuhan Tamperan, Pacitan,” ujar Budi Noviantoro, Jumat (24/9/2021).

Peti kemas ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan transportasi hasil ikan laut yang aman, segar dan berkualitas.

Dia menjelaskan bahwa selama ini ada kesulitan dalam pengiriman hasil laut. Karenanya, diperlukan sebuah peti kemas dengan sistem teknologi yang canggih.

‘’Selama ini pengiriman hasil laut hanya menggunakan segala macam es untuk pendinginannya,’’ ujarnya.

Budi mendorong engineering PT INKA untuk terus berinovasi dalam risetnya hingga tercipta peti kemas yang berkualitas.

Engineering melakukan uji statis endurance untuk menakar kualitas dan kinerja sistem automatisasi, serta ketahanan dalam menghadapi guncangan gelombang laut. ‘’Nanti uji endurance-nya dibuat sampai ke laut. Saya harapkan secara teori prototipe ini sudah bisa digunakan,’’ tuturnya.

Pengangkutan hasil laut sampai ke dalam peti kemas memanfaatkan sistem hybrid di dalam prototipe. Untuk pengisian daya power suplainya menggabungkan sel surya, baterai dan generator.

Adapun bodinya menggunakan polyurethane foam dengan kerangka kontruksi stainless steel yang mampu menjaga temperatur hingga minus 22⁰C, sehingga kualitas ikan tetap terjaga sampai tujuan.

‘’Kita integrasikan solar panel dengan baterai dan genset diesel agar nelayan tidak bergantung dengan bahan bakar minyak (BBM),’’ tegasnya.

Ada lima jenis prototipe reefer container yang akan dibuat PT INKA menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang. Berupa mini reefer container dengan kapasitas mulai 1 ton, 2 ton, 5 ton, 20 feet dan 40 feet disesuaikan kebutuhan international shipping.

‘’Kami targetkan Desember selesai standardisasi dan uji sertifikasi agar Januari 2022 sudah dapat diproduksi massal,’’ terangnya.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mendorong kesiapan produksi dalam negeri. Harapannya dapat meningkatkan nilai jual sumber daya agro maritim, terutama perikanan.

‘’Potensi laut kita sangat besar. Terimakasih PT INKA yang telah menciptakan inovasi ini,’’ ujar Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Amalyos Chan.

Amalyos menegaskan, nantinya prototipe reefer container segera diproses SNI dan TKDN-nya. Agar karya anak bangsa ini sanggup bersaing dan tidak kalah produksi luar negeri.

‘’Dengan inovasi ini kita bisa berdaulat dan mandiri. Tidak lagi bergantung dengan produk luar negeri,’’ pungkasnya. (nul)