Proyek Pembangunan Batu Nol Kilometer Kota Madiun Dimulai, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Reporter : Redaksi - klikjatim

Proyek pembangunan penanda nol kilometer di Kota Madiun telah dimulai. (Herpin Pranoto/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Kota Madiun—Proyek pemasangan batu penanda nol kilometer di Kota Madiun dimulai, Senin (21/6/2021). Petugas pun mulai melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Empat Tugu.

BACA JUGA :  Palsukan Akta, Notaris di Sidoarjo Ditahan

Rencananya rekayasa lalu lintas itu dimulai 21 Juni hingga 1 Oktober 2021. Di hari pertama pemberlakuan rekayasa lalu lintas, tampak sejumlah petugas dari Pemkot Madiun dikawal petugas Satlantas Polres Madiun Kota memasang barikade di kawasan tersebut.

“Sesuai dari rapat dalam forum dengan pihak Pemkot Madiun, pemberlakuan  rekayasa arus lalu lintas akan dilaksanakan selama 42 hari mulai 21 Juni hingga 1 Oktober. Agar masyarakat lebih paham proses ini, kita juga memasang papan pemberitahuan di sejumlah titik,” jelas Iptu Tari, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Madiun Kota (21/06/2021).

Untuk menjaga ketertiban berlalu lintas, akan diterjunkan petugas dari Polres Madiun Kota dan petugas dari Dinas Perhubungan Pemkot Madiun.

“Petugas gabungan akan diterjunkan selama pemberlakukan rekayasa arus lalu lintas, khususnya pada minggu pertama karena banyak warga yang belum tahu. Kita juga akan menerjunkan petugas untuk memantau kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas  jalan yang terdampak kegiatan ini, seperti Jalan Wuni dan Jalan Jambu,” imbuh Iptu Tari.        

Para pengguna jalan yang biasanya melaju lurus dari arah Jalan Pahlawan menuju Jalan Cokroaminoto kini dibelokkan ke arah Jalan Panglima Sudirman. Sedangkan pengguna jalan dari kawasan Alun-alun Kota Madiun yang biasanya melaju searah di Jalan Panglima Sudirman hingga kawasan Pasar Besar Kota Madiun kini dibelokkan ke arah Jalan Cokroaminoto.

Puluhan pengendara roda dua yang melaju di Jalan Cokroaminoto berupaya mencari jalan pintas menuju arah timur. Mereka  mengambil rute terdekat melalui jalan sempit di kawasan Gang Puntuk. Ironisnya mereka akhirnya terjebak macet di ujung gang Puntuk dan Jalan Wuni. 

“Saya dari berbelanja dan hendak pulang ke rumah di wilayah Kabupaten Madiun, karena tidak bisa jalan lurus melalui depan Pasar Besar Madiun terpaksa lewat Jalan  Cokroaminoto. Untuk mempersingkat waktu saya lewat Gang Puntuk, tetapi justru terjebak macet. Tahu begini lebih baik lewat jalan utama saja. Penyebab macet karena banyak pengunjung Pasar Besar Kota Madiun keluar lewat pintu belakang. Selain itu dari Jalan Wuni pengguna jalan lebih padat dari biasanya karena perubahan arus lalu lintas,” ucap Hadi Wibowo (26), pengendara sepeda motor asal Kabupaten Madiun.  

Proyek pemasangan batu penanda nol kilometer merupakan bagian dari Penataan Simpang Empat Tugu oleh Pemkot Madiun untuk memperindah kawasan tersebut. Pengerjaan proyek tersebut akan diupayakan cepat rampung. 

“Pemasangan batu khusus akan dikerjakan siang dan malam. Semakin cepat selesai, semakin baik bagi masyarakat” jelas Wali Kota Madiun, Maidi. (herpin/mkr)