Proyek Pemadatan Lapas Terintegrasi Dikabarkan dari Tambang Ilegal, Pemilik : Tidak Benar

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Proyek pemadatan Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Proyek pemadatan lahan untuk pembangunan proyek Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan, sempat beredar isu penggunaan tanah urugan dari tambang galian C ilegal. Namun kabar miring itu akhirnya dikonfirmasi oleh pemilik tambang yang bekerjasama dalam pembangunan proyek senilai Rp16 miliar tersebut.

Misbahul Munir selaku pemilik tambang galian C di kawasan Kejayan, Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa usaha tambang berupa tanah urugan untuk pemadatan pada proyek Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan adalah resmi alias legal. Pihaknya mengaku telah memiliki dokumen perizinannya. 

“Semua dokumen tambang galian C komplit. Urugan yang digunakan pada proyek pemadatan lapas berasal dari tambang legal,” tandas Munir, Kamis (22/9/2022).

Sebelum bekerjasama dengan PT Samudera Anugrah Indah Permai, pengusaha tambang galian C lokal asal Kejayan ini tentunya melalui proses panjang. Seperti pengecekan administrasi hingga uji lab yang dilakukan oleh pihak pemenang lelang.

“Sebelum bekerjasama dengan kami, pihak sana memang uji lab bahan yang digunakan untuk pematangan dan pemadatan lahan tersebut,” imbuhnya. 

Begitu uji lab keluar, akhirnya ada nota kerjasama untuk melakukan proses pemadatan dan pematangan lahan di proyek Lapas Terintegrasi. “Jadi bukan diambil dari tambang ilegal. Tambang saya semuanya sudah legal, dokumen perizinannya lengkap,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa semua proses kerjasama ini sesuai dengan prosedur. Termasuk kapasitas dan kualitas barang (tanah) sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. “Saya sebenarnya tidak ada perkara dengan pembangunan proyek itu. Kebetulan mereka butuh barang urugan, saya ada, ya saya tawarkan,” jelasnya.

“Saya ingin tegaskan, isu-isu yang beredar jika ada disebutkan diambil dari tambang ilegal, itu tidak benar. Kami siap dikonfirmasi,” paparnya.

Dia juga siap menunjukkan semua bukti dokumen perizinan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. “Saya jual sirtu (pasir batu), terus dimintai kelengkapan dokumen bahkan sampai uji lab. Saya lakukan dan ternyata sesuai dengan ketentuan, ya akhirnya kerjasama lah,” bebernya. 

Sekadar informasi bahwa Misbahul Munir mempunyai sembilan titik tambang galian c. Empat titik tambang masih aktif dan lima titik dalam tahap reklamasi.

Bahkan, dia menyebutkan proses reklamasi di tambang miliknya menjadi percontohan terbaik se Indonesia. Serta menjadi tempat study banding dari daerah lain. (nul)