Program One Pesantren One Produk (OPOP) Kabupaten Gresik Pertama Dikukuhkan se Jatim

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengukuhkan pengurus One Pesantren One Produk (OPOP) Kabupaten Gresik. yang diketuai Sekda Gresik Achmad Wasil. 

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kopilaborasi   antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim dan Pondok Pesantren. Menghasilkan pengurus  program  One Pesantren One Produk (OPOP) Kabupaten Gresik. Dan Kabupaten Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang pertama kali merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur yang diketuai Sekda Gresik Achmad Wasil. 

BACA JUGA :  Sudah Tembus 1,2 Juta Jiwa Lebih, Pemkot Surabaya Akan Masifkan Sasaran Usia 18 Tahun ke Atas

Perhelatan kopilaborasi itu bersama itu dilakukan di Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. Sekjen One Pesantren One Produk (OPOP) Provinsi Jatim Mohammad Ghofirin sangat mengapresisasi, dimana Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang pertama kali merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur. 

“Di Jatim ada  6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional,”ucapnya. 

Untuk itu, Mohammad berharap ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren untuk digarap secara serius dalam perwujudan produk-produk untuk kebangkitan pesantren dan masyarakat. 

“Sesuai slogan OPOP ‘Pesantren berdaya masyarakat sejahtera’,” tegasnya. 

Tampak hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai membuka Mini Job Fair.  Menurutnya, Kopilaborasi (Diskusi teknologi informasi dan komunikasi untuk toleransi ditemani seduhan kopi lokal) sambang pesantren merupakan suatu terobosan besar yang dilakukan oleh Gubernur Jatim dimana OPOP sangat bagus dalam kemandirian pesantren. 

“OPOP merupakan sebuah program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren,”ucap Gus Yani. 

Gus Yani mengajak membangun  sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren. 

“Sudah saatnya kita berfikir kemandirian itu dari pesantren dalam pembentukan karakter santri yang entrepenur (Kewirausahan, Red) dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,” tambah Yani. 

Bupati berusia 36 tahun itu,  berharap untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan usaha. Sekecil apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras itu yang harus ditanam oleh adik adik santri. “Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,” tegasnya. 

Plt. Kadiskoperindag Jatim Mas Purnomohadi  mengatakan, Santri selain belajar ngaji akan juga dibentuk dunia  wirausahawan mandiri yang akan  berkolaborasi dengan harapan OPOP.  Dan ini  menjadi unggulan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 

Oleh karena itu, pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan ekonomi sesuai tiga pilar OPOP. 

“Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur, Ini dilakukan sebagai upaya pondok pesantren memberikan pendidikan wirausaha kepada santri selain mengaji,” tutupnya. 

Tampak hadir dalam acara Kopilaborasi, Sekjen OPOP Jatim Mohammad Ghofirin, Plt. Diskoperindag Jatim  Mas Purnomohadi,Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, Pengasuh Ponpes Qomaruddin KH  Iklil, Pengurus Ponpes Qomaruddin Gus Alaudin, KH. Nawawi dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Gresik.