Produktivitas Tomat di Gorontalo Didongkrak Hingga 60 Persen

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Panen tomat di lahan demplot menggunakan pupuk non-subsidi NPK Phonska Plus di Kabupaten Gorontalo. (ist/Humas Petrokimia Gresik)

KLIKJATIM.Com | Nasional – Petrokimia Gresik (PG) selaku perusahaan Solusi Agroindustri yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar panen tomat pada lahan demonstration plot (demplot). Hasilnya pun memuaskan terdapat peningkatan produktivitas mencapai 60 persen di Desa Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (27/5/2020).

Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menjelaskan, hasil peningkatan ini diketahui setelah menerapkan pola pemupukan berimbang sesuai rekomendasi Petrokimia Gresik. Yaitu dengan komposisi Petroganik (2 ton/ha), ZA (200 kg/ha), ZK (100kg/ha), NPK Phonska Plus (800 kg/ha), dan pupuk hayati Sinar Bio (50 kg/ha).

“Komposisi ini mampu menghasilkan panen tomat sebanyak 48 ton per hektare, jauh di atas kebiasaan petani setempat yang rerata hanya menghasilkan 30 ton per hektare,” ujar Rahmad.

Dalam demplot ini, lanjut Rahmad, Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk non-subsidi terbaiknya, yaitu NPK Phonska Plus. Pupuk ini merupakan pupuk majemuk generasi baru Petrokimia Gresik dengan kandungan NPK 15-15-15, serta diperkaya 9% Sulfur dan unsur hara mikro esensial Zink (Zn) sebesar 2.000 ppm yang sangat dibutuhkan tanaman.

Berdasarkan data Organisasi Pupuk Dunia, sebagian besar lahan pertanian di dunia termasuk di Indonesia kekurangan unsur hara mikro Zink. Padahal Zink merupakan faktor penting yang dapat memaksimalkan pertumbuhan vegetative serta pembentukan bunga dan buah pada tanaman. “Karena itu kami memilih Zink sebagai unsur hara mikro yang ditambahkan dalam NPK Phonska Plus,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Stadion GJOS Gresik Bakal Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Tidak cukup hanya di situ. PG juga menggandeng salah satu anak perusahaannya yakni Petrokimia Kayaku untuk pengendalian hama dan jamur.

Adapun insektisida yang diaplikasikan antara lain Fenite 150 OD, Ceba 125 EC, dan Plytop 250 OD yang berfungsi untuk mengendalikan hama berupa kutu-kutuan, tungau, aphids, ulat penggulung, dan penghisap daun. Serta Fungisida, yaitu Kamikaze 371 EC dan Topsin WP untuk menghambat pertumbuhan jamur sehingga hasil panen tinggi.

“Ini adalah upaya nyata Petrokima Gresik sebagai solusi agroindustri dengan menghadirkan serangkaian produk lengkap untuk mengawal musim tanam serta mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Apalagi saat ini Indonesia sedang menghadapi wabah Covid-19. Sehingga dibutuhkan produk pupuk dan pengendalian hama yang tepat untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, panen tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan demplot Petrokimia Gresik di 4 (empat) titik di Kabupaten Gorontalo sebelumnya. Antara lain di Desa Dutulanaa, Tenilo, Tolotio dan Molowahu.

BACA JUGA :  Pertahankan Terminal Joyoboyo, Pemkot Surabaya Gunakan Dasar Perwali

Menurut Rahmad, Kabupaten Gorontalo dipilih karena merupakan salah satu sentra pertanian dan hortikultura di Sulawesi. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, luas panen tanaman tomat mencapai 9.229 ha.

Sehingga diharapkan, pola pemupukan rekomendasi PG ini dapat diduplikasi oleh petani lainnya di Gorontalo. Selain itu, produk-produk Petrokimia Gresik pun dapat menjadi andalan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat kesejahteraan petani.

Perlu juga diketahui, bahwa dalam kegiatan panen ini tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker, dan selalu mencuci tangan. “Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga kegiatan di sektor hulu pertanian tetap aman dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” pungkasnya. (roh)