Pria yang Tewas di JLS Tulungagung Ternyata Dibunuh Temannya Sendiri Usai Kalah Judi, Begini Kronologi Lengkapnya

Reporter : Iman - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Tulungagung–Teka-teki penyebab tewasnya Said Lupriadi, warga Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, yang mayatnya ditemukan membusuk di semak-semak jalas lingkar selatan (JLS) Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung terungkap.

BACA JUGA :  Menolak Ditangkap, Pasutri Penjual Inek dan Sabu Bertahan di Mobil Hampir Sejam

Ternyata, korban dibunuh teman dan tetangganya sendiri, Sugeng Widodo (31). Polisi berhasil mengungkapnya setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Informasi dari kepolisian, antara pelaku dan korban merupakan teman akrab. Bahkan, keduanya sering judi bersama. Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku dan korban baru saja menghadiri undangan pesta judi di Pantai Prigi, Trenggalek Jumat (28/4/2021).

“Kemudian hari Sabtu balik ke Malang,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, saat rilis di Mapolres Tulungagung.

Saat judi di Pantai Prigi, Trenggalek itu, ternyata korban kalah. Nah, korban selalu menyalahkan dan mengolok-olok pelaku yang sebagai penyebab kekalahan. Sementara pelaku sendiri menang dalam ajang judi tersebut.

“Pelaku kesal karena selaku diolok-olok oleh korban. Akhirnya saat sampai di lokasi di JLS, korban yang dibonceng oleh pelaku ditawari istirahat dan kencing di semak-semak. Saat itulah pelaku langsung memukul korban dengan tangan kosong kemudian dipukul juga pakai batu,” ungkap Handono.

Pelaku yang mengetahui korban tak berdaya, kemudian langsung menyeret tersangka ke semak-semak. Handphone dan motor milik korban di bawa oleh pelaku. Motor yang dibawa pelaku kemudian dicat ulang agar tidak dikenali. Nomor plat juga diganti.

“Untuk mengelabuhi petugas. Bahkan, pelaku juga sempat ikut menjemput korban di RSUD Dr Iskak Tulungagung,” kata kapolres.

Ditambahkan, memang dalam identitas di KTP, korban tercatat beralamat di Majalengka, Jawa Barat. Namun, korban merupakan warga kelahiran asli Malang.

“Dulu nikah dengan orang Majalengka dan pindah alamat tinggalnya. Kemudian korban cerai dan kembali ke kampung halaman di Malang,” terangnya. (mkr)