Pria Pengancam Pengemudi Perempuan dengan Paving Ditangkap, Ngakunya Jengkel Kepada Sopir

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik – Aksi preman pengendara sepeda motor kepada pengemudi perempuan di Jalan Raya Manyar Gresik berakhir di sel tahanan Mapolsek Manyar. Beni Kurniawan (38) warga Desa Suci Kecamatan Manyar ditangkap polisi di rumahnya Minggu, (21/22021).

BACA JUGA :  Pemerintah Tambah 120.776 Sambungan Rumah Program Jaringan Gas Tahun 2021

Beni adalah lelaki pengendara motor matic yang viral di media sosial sejak Jumat lalu, 19 Februari 2021. Pria yang bekerja sebagai satpam ini dilaporkan Afra Putri (20) pengemudi mobil asal Desa Golokan Kecamatan Sidayu. Afra Putri merasa terancam atas tindakan pelaku yanv mengacung-acunhkan batu paving  kepada dirinya di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik itu. 

Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, pihaknya menangkap pelaku dalam kurun waktu tidak lebih 1×24 jam, pascakorban Afra melapor ke Polsek Manyar pada Jumat, 19 Februari 2021 pukul 16.30. 

“Terduga pelaku dan barang buktinya sudah kami amankan Pelaku tidak melakukan perlawanan,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana di Mapolsek Manyar.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa satu unit sepeda motor Honda Scoppy nopol W 6820 AV, satu buah batu paving dan kaus yang dipakai tersangka ketika melakukann pengancaman kepada korban Afra.

Berdasarkan pengakuan tersangka Beni Kurniawan, tambah Bima,  aksi mirip premanisme itu dipicu emosional. Saat itu, tersangka asal Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik berdalih nyaris tertabrak mobil yang dikemudikan oleh korban Afra . Kejadian awalnya di depan swalayan modern di Kecamatan Manyar.

Korban Afra, lanjutnya, telah meminta maaf kepada tersangka. Akan tetapi, tersangka yang masih emosional. Mengancam korban dengan mencoba menghentikan laju kendaraan dan mengacung-acungkan batu paving. “Tersangka sadar, tidak dalam gangguan psikologis. Hanya emosional saja,”tegasnya.

Akibat tindakan yang dilakukan tersangka itu, ketiga anak usia antara 7 tahun hingga 12 tahun mengalami trauma. “Tidak tempat bagi siapa pun yang berprilaku premanisme , main hakim sendiri di wilayah hukum Polsek Manyar. Tersangka kami tahan,”ujar perwira dua balok di pundak itu. 

Seperti diberitakan, sebuah video berdurasi 1 menit 11 detik beredar melalui pesan berantai Whatsapp (WA). Video itu direkam pada Jumat, 19 Februari 2021. Dalam video tersebut, lelaki bertubuh kekar mengendarai motor Honda Scoopy warna Matte Brown tanpa helm dan tangan kirinya menenteng batu paving itu terlihat berulangkali meminta pengendara mobil untuk segera minggir. (hen)