Pria di Tulungagung ini Kepruk Istri Tetangga Dengan Bor Kursi dan Tang Hingga Tewas

Reporter : Agus Riyanto - klikjatim.com

Anggota Polsek Bandung Polres Tulungagung saat melakukan olah TKP pembunuhan di Desa Suruhan Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Seorang pria berinisial BS (36) warga Kecamatan Bandung, Tulungagung ditangkap anggota Satreskrim Polres Tulungagung, Jumat (20/11/2020). Dia ditangkap usai membunuh ibu rumah tangga yang juga istri tetangganya dengan kursi bor listrik dan tang besi di rumahnya.

BACA JUGA :  Warga Kletek, Taman Tuntut Penutupan Pabrik Pengolahan Bulu Ayam

Kapolsek Bandung, AKP Alpho Gohan menjelaskan, pihaknya menangkap pelaku setelah mendapat laporan terjadinya tindak pidana pembunuhan. Pelaku dibekuk di rumahnya pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 tanpa perlawanan. “Pelaku langsung kami amankan ke Mapolsek Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Alpho.

Dijelaskan, awal pengungkapan terjadi setelah polisi menerima laporan pembunuhan terhadap Nikmatur Rohmah (45) warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung. Korban pertama kali ditemukan tak bernyawa oleh suaminya yang baru saja pulang mengikuti Yasinan di rumah tetangga. “Korban diduga meninggal akibat pukulan benda tumpul yang mengenai wajah dan kepala bagian belakang,” terang dia.

Disebutkan, saat kejadian suami korban mengikuti Yasinan selepas Isya atau sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika suami korban tidak ada di rumah, pelaku menyelinap masuk rumah Nikmatur Rohmah saat korban pergi ke masjid untuk mengikuti jamaah shalat Isya’.

Begitu korban pulang dari masjid, pelaku menghajar korban dengan kursi kecil, alat bor listrik dan tang. Peristiwa keji itu baru diketahui suami korban sepulang dari acara yasinan. “Suami pulang dan mendapati pintu dalam kondisi terkunci, lalu mengintip melalui jendela dan melihat korban sudah tergeletak di lantai,” kata kapolsek.

Barang bukti yang diamankan polisi, antara lain alat menyerupai kursi kecil, bor listrik, dan tang. Tiga benda itu yang diakui BS digunakan untuk memukul korban hingga tersungkur meregang nyawa. “Pukulan tersebut menyebabkan korban meninggal di lokasi kejadian. Tapi, keterangan pelaku ini masih kami dalami lagi,” kata Alpho Gohan seperti yang dilansir Antara.

Kepada penyidik, pelaku BS mengakui dendam terhadap suami korban. Perselisihan dipicu masalah lahan di samping rumah korban yang rencana akan dibangun akses jalan. Namun pihak keluarga Nikmatur Rohmah tidak setuju, dan memilih membuat bangunan baru di lahan tersebut, sehingga proses pembangunan jalan tidak terealisasi. (hen)