Ponorogo Masih Merah, Bed ICU Tinggal Tiga dan Bed Isolasi Mandiri Sisa Empat

Reporter : Fauzy Ahmad-klikjatim.com

Sekda Ponorogo Agus

KLIKJATIM.Com I Ponorogo – Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Prambo menyebut Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersedian tempat tidur bagi pasien covid 19 di Rumah Sakit (RS) menjadi salah satu indikator penentu zona.

BACA JUGA :  Kader Fatayat NU Gresik Siap Bersaing Tidak Hanya Soal Diba'an

Sedangkan sesuai data Dinkes Ponorogo per tanggal 25 Juni 2021, kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) ICU tersisa 3 bed atau terisi 85,71 persen dari kapasitas 21 bed.

Sedangkan BOR isolasi tersisa 4 bed atau terisi 96,97 persen dari kapasitas 132 bed. Kemudian BOR rumah karantina tersisa 29 bed atau terisi 60,81 persen dari kapasitas 74 bed.

“Jadi memang tinggal sedikit. BOR menjadi salah satu dari sepuluh eelemen penyebab. Diantaranya jumlah BOR ICU dan BOR isolasi yang disorot, ” ujarnya, Jumat (25/6/2031).

Akhirnya, kata dia, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melakukan penambahan BOR. Untuk BOR ICU ditambah menjadi 13 tempat tidur.

“Jadi total nanti ada 34 tempat tidur ICU, ” kata Agus kepada wartawan setelah acara di Hotel Amaris..

Sedangkan BOR Isolasi, kata dia, rencana ditambah 113 bed. Sehingga total ada 145 bed untuk ruang isolasi.

“Penambahan bed atau tempat tidur nanti raya di 5 RS rujukan covid. Di RSUD dr Harjono yang paling banyak. Menyusul RSU Aisyah, Muhammadiyah, Muslimat dan Darmayu, ” tambahnya.

Selain itu, tingkat kematian akibat COVID-19 di Ponorogo dipandang tinggi. Hal itu terbanding terbalik dengan tingkat kesembuhan masih rendah.

Dia menyebut dari peta epidemiologi COVID-19, Ponorogo masuk status risiko tinggi dengan skor 1,77.

“Kan harusnya 1.8 kalau tidak ingin merah. Hari ini ada yang positif 148 orang,” sambungnya

Dia mengklaim bahwa  enyumbang kasus COVID-19 juga disebabkan dari klaster Nakes, hajatan serta arisan. Pihaknya pun saat ini sesuai dengan SE Bupati, melarang kegiatan hajatan, arisan, yasinan maupun dzikir fida.

“Ini kita tutup sementara sampai 5 Juli, nanti kita evaluasi lagi. Mudah – mudahan tidak lama di zona merah,” imbuh Agus.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan. Salah satu aturan dengan menerapkan pengaturan jam malam di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo, dimulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB dan akan dilakukan pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan protokol di dalam kota.

“Data warga yang positif dari hasil rapid antigen sekarang sudah tidak rahasia lagi, sebab nanti saya share ke camat, camat nanti share ke kades dan RT untuk dilakukan pengawasan demi menjalankan PPKM Mikro,” pungkas Agus. (bro)