Polwan Cantik Pasuruan Takut Disuntik Saat Divaksin Viral, Ini Pengakuannya

Reporter : Redaksi - klikjatim

KLIKJATIM.Com | Pasuruan—Jagad sosial media di Pasuruan digemparkan dengan seroang polwan yang ketakutan saat disuntik vaksin covid-19. Sebagaimana video yang tersebar polwan tersebut menangis dan menjerit saat disuntik jarum di lengannya. 

[irp]

Video Polwan saat ketakutan itu tersebar luas di media sosial. Rekaman berdurasi 30 detik itu juga menyebar di grup-grup WhatApps.

Dalam video itu, tampak Polwan mengenakan kaus oblong warna putih dan jeans abu-abu. Ia menjerit sejadinya saat akan disuntik vaksin covid-19. Perempuan berambut pendek itu memeluk dan memegangi kaus pria yang mendampinginya.

Saat petugas melakukan sterilisasi pada titik suntik, perempuan itu menjerit dan menangis. Ia meronta hingga kapas sterilisasi jatuh.

“Sampai jatuh, Mbak,” ujar pria dalam video.

Petugas kesehatan terus membujuknya. Meski perempuan itu terus menjerit dan meronta, petugas akhirnya menyuntikkan vaksin covid-19. Saat jarum suntik menancap di lengannya, Polwan itu menjerit makin keras.

Polwan itu yakni Aiptu Fitriawati, anggota Satreskrim Polsek Kejayan, Polres Pasuruan. Kapolsek Kejayan AKP Sugeng Prayitno mengatakan, anggotanya tersebut memang takut disuntik.

“Iya itu karena anggota saya yang namanya Mbak Fitri memang takut disuntik. Sehingga saat dilakukan vaksin, memang ketakutan,” kata Sugeng seperti dilansir detikcom.

Meski demikian, vaksinasi covid-19 pada Polwan tersebut tetap terlaksana. “Jadi karena perasaan takut saja,” ujar Sugeng.

Selain Aiptu Fitri, semua anggota Polsek Kejayan baik Polri dan PNS divaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kejayan. “18 sudah, yang lain menyusul,” pungkas Sugeng.

Aiptu Fitriawati merupakan anggota Polsek Kejayan, Polres Pasuruan. Polwan tersebut mengaku takut jarum suntik sejak kecil.

“Aku dari kecil takut suntik. Suntik apapun takut. Takut jarumnya. Wong lihat orang disuntik aja takut apalagi aku yang disuntik,” kata Aiptu Fitriawati, Senin (1/3/2021).

Mantan anggota Satreskoba Polres Pasuruan ini menceritakan, suntik vaksin covid-19 itu dilakukan pada Jumat (26/2). Sehari sebelum suntik, ia sudah takut membayangkan jarum.

“Kamis nggak masuk karena sakit gigi. Baca grup ada pengumuman vaksin, ada namaku. Waduh, rasanya sudah cenat-cenut bayangkan mau disuntik sudah takut,” jelasnya.

Ia menegaskan tak takut pada vaksin COVID-19. Yang ia takutkan hanya jarum suntik. “Setelah divaksin nggak ada apa-apa, nggak ada efek apa-apa. Bukan masalah vaksinnya,” katanya.

Ia bahkan meminta warga tak takut divaksin. “Nggak sakit kok. Saya baik-baik saja setelah divaksin,” terangnya. (ris)