Polri dan Unair Kolaborasi Dirikan Center of Woman Empowerment in Law Enforcement

Reporter : Ali Ibrahim - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Surabaya – Kolaborasi antara Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri dengan Sekolah Pascasarjana Unair meresmikan Center of Women Empowerment in Law Enforcement (Pusat Pemberdayaan Perempuan dalam Penegakan Hukum), Kamis (29/4/2021). Kolaborasi ini diisi oleh para perempuan dari Polri maupun swasta dan akademisi.

BACA JUGA :  Naik Drastis, Tagihan PDAM Giri Tirta Dikeluhkan Pelanggan

Pusat pemberdayaan itu sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman, edukasi, sosialisasi serta pendampingan yang difokuskan bagi perlindungan perempuan dan anak.

“Wadah ini kami harapkan bermanfaat bagi perempuan, terutama mereka yang bergerak di bidang penegakan hukum,” kata Ketua Pusat Pemberdayaan Perempuan dalam Penegakan Hukum, Brigjen Pol Juansih, Jumat (30/4/2021).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKBP Ganis Setyoningrum menyambut baik diresmikannya Center of Women Empowerment in Law Enforcement tersebut.
“Segala bentuk upaya untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan tidak boleh ditunda lagi. Apalagi, mayoritas kasus kekerasan terhadap perempuan berada pada ranah domestik, tekanan psikologis yang lebih dalam pun semakin menyertai penyintas, terutama dengan berbagai batasan untuk keluar rumah akibat Pandemi Covid-19,” tambahnya.

Dia mengharapkan agar Center of Women Empowerment in Law Enforcement dapat memberikan advokasi, sosialisasi dan pemahaman yang masif bagi masyarakat terkait pentingnya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yang berbasis gender.

Berdasarkan catatan, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang 2020 terdapat 7.464 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa, di mana 60,75 persen di antaranya merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Korban kekerasan membutuhkan berbagai layanan spesifik dan berperspektif gender. Penyedia layanan tidak boleh menyudutkan atau menyalahkan korban terhadap kekerasan yang menimpanya.

“Mereka juga harus diberikan pemahaman bahwa seringkali korban merasa tidak berdaya secara psikis, sehingga tidak memiliki kekuatan atau keberanian untuk melawan atau kabur dari peristiwa itu,” tandasnya.

Sementara Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof Badri Munir Sukoco mengungkapkan, dari sisi publikasi ilmiah tergolong masih stagnan sehingga perlu ada dorongan publikasi. Kelebihan juga yang tidak begitu tinggi ini bisa menjadi positioning bagi wadah ini di sekolah pascasarjana Unair.

“Ini peluang yang besar karena tidak begitu banyak universitas yang mengambil topik yang sangat spesifik ini. Sehingga nantinya bisa didiskusikan dengan universitas luar negeri, contohnya dengan kampus Harvard dan lainnya,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto. Ada juga sejumlah tokoh-tokoh perempuan yang kini berkarir di kepolisian seperti Kombes Pol Yuli Cahyani, AKBP Yayuk dan AKP Yuliani Ratih. (*)