Polres Tuban Amankan Tiga Warga Yang Ambil Paksa Pasien Covid di RS

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Para tersangka pengambilam jenazah secara paksa saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Tuban/

KLIKJATIM.Com | Tuban –  Penyidik Satreskrim Polres Tuban memeriksa tiga warga Desa Karangtengah Kecamatan Jatirogo yang diketahui melakukan pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dari rumah sakit. Ketiganya masing-masing yaitu NU (38), AA (32), dan N (53) yang kinisudah ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA :  Antusias Konsumen Tinggi, MPM Honda hadirkan Pameran All New CBR150R

   Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono  kepada wartawan menjelaskan, penetapan tersangka dan pemeriksaan ini dilakukan guna memberi efek jera dan menghindari terjadinya kasus serupa terulang kembali.  “Awalnya ada 6 orang yang kita periksa sebagai saksi, akhirnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono.

Dikatakan, ketiganya dikenakan Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 Jo Pasal 212 KUHP tentang Kekarantinaan Kesehatan. Di dalam pasal tersebut menyebutkan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, bisa dihukum kurungan penjara.

“Mereka diancam hukuman kurungan penjara paling lama satu tahun. Insiden seperti ini sangat berbahaya, karena melanggar protkes Covid-19. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” imbuhnya.

Sebelumnya, ketiga orang tersebut melakukan pengambilan paksa jenazah salah satu tokoh masyarakat Desa Karangtengah Kecamatan Jatirogo berinisial AR, meninggal dunia di RSUD setempat setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Karena belum ada tim pemulasaraan yang menangani, akhirnya atas persetujuan keluarga, jenazah dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dimandikan dan disholati sesuai protokol kesehatan.

Setelah berkoordinasi dengan forkopimka setempat, disepakati pemakaman jenazah dilakukan sesuai protokol Covid-19. Namun, saat jenazah akan dimakamkan, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulans yang dikawal Satlantas Polres Tuban.  Karena kalah jumlah, penurunan jenazah secara paksa tidak bisa dicegah. (hen)