Polres Gresik Amankan Lima Pelaku Kerusuhan Perguruan Silat, Semuanya Dari Luar Gresik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kerusuhan oleh oknum perguruan silat di Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Kedungsumber Kecamatan Balongpanggang.

BACA JUGA :  4 Kampus di Jatim Teken MoU Kampus Merdeka Belajar

Dari kerusuhan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Yang meliputi korban warga, dan beberapa pelaku massa perguruan silat.

“Ada 42 yang kami intograsi, setelah dilakukan pemeriksaan kami mengamankan lima pelaku yang terlibat kerusuhan, yang semuanya berasal dari luar daerah gresik, dan lainnya tidak terlibat kerusuhan kami kembalikan,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi.

Azis juga memberikan santunan berupa uang tunai dan beras kepada warga yang mengalami pengerusakan oleh massa perguruan silat.

“Walaupun sedikit, tapi belum memberikan yang terbaik. Minimal mengurangi beban warga,” jelas Azis.

Akpol Alumnus tahun 2002 itu berharap tidak ada balasan dari warga, dan pihaknya menegaskan akan melakukan tindakan hukum secara profesional.

“Kami akan melakukam sesuai hukum yang berlaku, kami juga bertemu dengan para pimpinan, kita akan proses sesuai hukum,”ujarnya.

“Sementara masih dalam penyelidikan, tinggal nanti pemeriksaan dan penyidikan,” tambah mantan Kapolres Ponorogo itu.

Dan terkait sepeda motor yang terbakar, polisi akan berikan bantuan semampunya, dan berikan solusi yang terbaik.

Turut hadir, jajaran Forkopimcam, serta Kepala Desa Kedungsumber Wahono Yudo mendampingi Kapolres.

Sebelumnya, Massa perguruan silat menggeruduk Polsek Dawarblandong Mojokerto Senin (22/11/2021) tadi malam, berbuntut panjang. Para pendekar itu juga bikin ulah di Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Belasan rumah warga menjadi sasaran pengrusakan dan satu pos kampling beserta satu sepeda motor ikut dibakar.

Kejadian mencekamkan itu disaksikan oleh salah seorang warga setempat. Ada ratusan orang berpakaian serba hitam melakukan pengrusakan. Tindakan anarkis itu membuat warga ketakutan. Mayoritas warga menutup rapat pintu rumahnya dan tidak melawan. Namun hal itu tidak membuat para gerombolan itu berhenti.

Mereka semakin menjadi-jadi. Pantauan di Lapangan, ada sebanyak 18 rumah yang menjadi korban sasaran gerombolan pendekar itu. Rata-rata rumah warga mengalami kerusakan pecah jendela rumah akibat lemparan batu massa perguruan.

“Kejadiannya pukul 21.00 Wib, seperti hujan batu. Kaca jendela pecah semua. Warga ketakutan mengunci rumah rapat-rapat,”, ungkap Kepala Desa Kedungsumber Wahono Yudo kata Wahono saat di lokasi, Selasa (23/11/2021).

Selain melempari rumah warga, satu pos kampling di Rt 5, RW 1Dusun Kedungsumber Barat, Desa Kedungsumber juga ikut terbakar. Menurut Wahono, tempat pos kampling itu tidak langsung dibakar. Para perusuh itu lebih dulu melempari Tv dan kaca tempat warga berjaga malam.

Nahasnya, barang eletronik itu memunculkan percikan lalu membakar isi pos kampling.

“Jadi kayak meletus karena yang dipukul itu meteran listrik. Ditambah di dalamnya ada kasur jadi cepat terbakar,” jelasnya. (bro)