Polres Blitar Sita Bahan Pembuat Petasan dan Amankan 2 Pelaku

Reporter : Agus Riyanto - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Blitar – Sedikitnya 1,25 kilogram bubuk mesiu untuk pembuatan petasan disita Polres Blitar, Jumat (22/5/2020). Selain barang bukti, polisi juga mengamankan Saiful Anwar (41) pembuat petasan, dan Hartoyo (38) penjual bubuk petasan.

BACA JUGA :  Trend Sebaran Covid-19 di Gresik Cenderung Stabil

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela menjelaska, kedua tersangka memiliki peran masing-masing. Ada pembuat petasan dan penjual bahan peledak. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1,25 kilogram bahan peledak dan 145 buah gulungan kertas yang akan diisi bubuk petasan tersebut.

Diungkapkan, sekitar satu minggu yang lalu unit Reskrim Polsek Srengat menerima informasi bahwa di Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, terdapat jual beli petasan dan pembuatan petasan yang dilakukan oleh seseorang.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata informasi tersebut benar. Kemudian pada hari Rabu 20 Mei, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku Saiful Anwar. “Hasil pemeriksaan dari pelaku pertama membeli bahan petasan dari seorang penjual yang juga sudah berhasil kami amankan. Harganya Rp.220.000 per kilogram,” imbuhnya.

BACA JUGA :  116 Ribu CJH Lunasi BPIH, Keberangkatan Tidak Jelas

Dari pengakuan pelaku Saiful Anwar, dia membuat petasan tersebut bukan untuk dijual. Melainkan untuk diledakkan sendiri saat Hari Raya Idul Fitri. “Tidak daya jual pak, mau saya ledakkan sendiri saat hari raya,” ujar Saiful Anwar.

Ditegaskan, para pelaku melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951, di antaranya berbunyi barangsiapa memperoleh, memiliki, menyimpan bahan peledak berbahaya, diancam hukuman penjara minimal lima tahun penjara. “Kedua tersangka paling tidak akan mendapatkan hukuman penjara minimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (hen)