Polisi Periksa Tujuh Saksi Hilangnya Pemuda Suci di Bekas Galian Pabrik Semen

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Warga saat melakukan pencarian.

KLIKJATIM.Com | Gresik — Nabhani Yusuf (27) pemuda asal Desa Suci, Kecamatan Manyar Gresik hilang secara misterius di area pegunungan kapur bekas tambang semen dan membuat gempar warga sekitar. Sejak Senin (1/3), keberadaan dan kondisi korban belum diketahui kejelasannya. Diduga, korban sedang membawa uang jutaan rupiah sebelum dinyatakan hilang.

BACA JUGA :  Qosim-Alif Pasangan Ideal, Kiai Said Aqil Ajak Warga Nahdliyin Gresik Berdo’a untuk Kemenangan QA

Hilangnya pemuda yang juga aktif di karang taruna desa setempat itu meninggalkan tanda tanya besar. Korban hilang dengan meninggalkan  jejak yang mencurigakan. Sepeda motor vario W 6362 JU miliknya ditemukan tergeletak di semak-semak jalur tembusan Tlogodowo dari Perum GKB menuju Perum GKA tersebut. Masih lengkap dengan kunci motor dan helm.

Sedari Senin (1/3) malam, petugas Polsek Manyar dibantu warga sudah berupaya mencari keberadaan korban di sekitar lokasi sepeda motornya ditemukan. Meskipun area semak-semak di kanan dan kiri jalan sudah disisir, korban tak juga tampak batang hidungnya. Sejumlah warga bahkan menunggui lokasi itu, berharap-harap cemas korban segera ditemukan.

Salah seorang keluarga korban menyebut sempat menerima pesan bernada minta tolong dari Nabhani Yusuf. Sekitar pukul  08.43 WIB, korban meminta disusul di kawasan Gunung Kidul atau sekitar lokasi tempat sepeda motornya tergeletak. Pihak keluarga baru sempat membalas sekitar 10 menit berselang. ”Pesan balasan tidak terkirim, centang satu,” ungkap  Izad, keluarga korban, Selasa (2/3/2021).

Pihak keluarga pun geger ketika mendapati informasi sepeda motor korban tergeletak tak bertuan di semak-semak pinggir jalan sekitar pukul 13.00 WIB. Warga sekitar pun berduyun-duyun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Nihil. Nadhani Yusuf lenyap dan belum diketemukan.

Menurut Izad, adiknya itu sempat melakukan aktivitas sebelum dikabarkan hilang. Paginya, korban menyetorkan sejumlah uang milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa kepada koordinator. “Jumlahnya Rp. 17 juta. Namun setor awal Rp. 7 juta, kekurangannya masih di rekening dan akan segera diambil di ATM sekalian mengantar temannya ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik,” imbuhnya.

Nadhani Yusuf mengantarkan temannya terlebih dahulu kemudian bergegas pergi. Besar kemungkinan, pemuda yang dikenal sebagai aktivis itu pergi ke ATM untuk mencairkan uang sisa milik Gapoktan Desa. “Namun belum tahu pasti, dia sudah mengambil uangnya atau belum. Soalnya tidak berselang lama, ada informasi Yusuf hilang dan tidak ada yang tahu keberadaannya. Kami pun bergegas melaporkan ke pihak berwajib dan menceritakan semuanya,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan peristiwa misterius tersebut. Akan tetapi, pihaknya belum bisa memastikan hilangnya korban merupakan tindak pidana. Terutama, dugaan Yusuf menjadi korban perampokan. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak bank. Untuk memastikan korban sudah melakukan penarikan uang tersebut,” katanya, Selasa (2/3/2021).

Sejauh ini, sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan. Termasuk orang yang pertama kali menemukan sepeda motor korban. Kemudian Ketua Gapoktan, tiga orang pihak keluarga, petugas keamanan PT. BAG dan teman korban. “Fokus kami masih mencari tahu keberadaan korban. Masih belum mengarah penyebab hilangnya korban. Personel sudah bergerak, kami masih melakukan penyelidikan. Mohon waktu,” pungkas Alumnus Akpol 2013 itu.

Dari pantauan di lapangan, TKP sepeda motor korban tergolong sepi. Kanan dan kiri jalan hanya berupa semak-semak. Jalur tersebut biasanya hanya dilalui kendaraan pabrik atau warga sekitar yang memang mengetahui rute itu. Juga menjadi jalur alternatif para pemacing. Sebab, di sekitar lokasi terdapat telaga bekas galian tambang semen yang biasa digunakan untuk memancing. (bro)