Polisi Pastikan Kabar Penculikan yang Resahkan Warga Gresik Hoax

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

ilustrasi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik–Kabar penculikan di Kabupaten Gresik hingga saat ini masih meresahkan warga. Namun, hingga kini belum diketahui pasti siapa yang menjadi korbannya dan lokasi penculikan.

Kabar penculikan tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Bagi kebanyakan warga, informasi tersebut seperti benar-benar terjadi. Sebab, informasi tersebut selalu menghiasi lini masa group sosial media.

Kapolsek Cerme AKP Nur Amin saat dikonfirmasi langsung membantah kabar penculikan tersebut. Perwira dengan tiga balok di pundaknya itu memastikan jika kabar penculikan anak di wilayahnya itu hoax.

BACA JUGA :  Diduga Bunuh Diri, Pengendara Motor Supra Disebutkan Lompat ke Bengawan Solo

“Tidak ada (penculikan) itu hoax. Saya pagi tadi habis konferensi dengan para kepala desa, juga tidak ada laporan,” katanya kepada klikjatim.com, Kamis (13/2/2020).

Camat Cerme Suyono juga mengatakan jika kabar penculikan itu hanya berita bohong. Dia meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang. “Tidak ada kasus penculikan. Itu berita tidak benar,” katanya.

Kapolsek Ujungpangkah Iptu Sujito saat dikonfirmasi juga menepis kabar penculikan di wilayahnya. Dia mengaku tidak mendapatkan laporan penculikan anak tersebut.

BACA JUGA :  Motor Curian Dijual 1 Juta hingga 3,5 Juta Rupiah

“Tidak ada (penculikan), saya tidak menerima laporannya,” tegas dia.

Ketidak akuratan informasi adanya penculikan anak juga dibantah Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim. Saat dikonfirmasi, Abdul Halim mengaku jika desa yang dipimpinnya hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Bahkan, dia meminta warganya agar waspada terhadap berita hoax yang mudah tersebar.

“Berita pembiusan dan penculikan di belakang SD Sekapuk itu hoax,” ungkap dia. (iz/mkr)