PLN dan Polinema Kerjasama Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi - klikjatim.com

KLIKJATM.Com | Malang – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) sepakat menjalin kerjasama. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Kantor PLN UP3 Malang, pada Jumat (18/6/2021).

BACA JUGA :  Mendagri : Masyarakat Jangan Panik, Pemda Harus Mulai Kembangkan Teknologi Antigempa

Dalam kesempatan ini General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto bersama Pembantu Direktur IV Politeknik Negeri Malang, Lucis Rubianto, beserta Staff Ahli Bidang Kerjasama dan Pengembangan, Abdullah Helmy menandatangani langsung perjanjian kerjasama tersebut.

Adi Priyanto mengungkapkan, kerjasama ini untuk meningkatkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tujuannya untuk menunjang proses pembangunan nasional yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang ketenagalistrikan.

“Kami berharap jalinan kerjasama ini hasilnya akan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Polinema sebagai satu-satunya vokasi di Malang diharapkan mampu mendukung program PLN seperti peningkatan penggunaan Pembangkit dari Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Timur sesuai dengan transformasi PLN yaitu Green, membuat roadmap untuk memasifkan program pemerintah penggunaan kendaraan listrik dan masih banyak lagi,” jelas Adi.

Lucis Rubianto mengaku sangat mengapresiasi positif langkah ini. “Sinergi ini untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Di bidang penelitian kami sedang mengadakan riset energi terbarukan di Pulau Madura, agar tidak menggunakan energi fossil serta kami mendukung pengembangan pendidikan karyawan PLN di institusi kami dengan adanya payung MOU ini,” terangnya.

Perlu diketahui ruang lingkup dari nota kesepahaman ini meliputi kegiatan knowledge sharing dalam bidang ketenagalistrikan, konsultasi kajian teknik atau saksi ahli dalam bidang ketenagalistrikan. Kemudian narasumber untuk kegiatan sosialisasi kesehatan dan keselamatan kerja atau keselamatan ketenagalistrikan, studi dan atau pengujian tentang peralatan primer, konstruksi sipil, manajemen konstruksi, dan hal-hal lain yang terkait pembangunan ketenagalistrikan dan pendukung lainnya. (*)