Pj Bupati Sidoarjo : Pers Adalah Pahlawan Perang Melawan Hoaks Covid-19

Reporter : Catur Rini - klikjatim.com

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono saat diwawancarai awak media. (Catur Rini/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Bagi Pemkab Sidoarjo momen peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 ini sangat penting. Sebab peran pers dalam mengelola informasi sekaligus menjalankan amanah mewujudkan pers yang edukatif, sangat kentara sekali di saat pemerintah sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Maka, tak salah jika pemerintah memberikan kesempatan kepada seluruh jurnalis Indonesia untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 setelah tenaga kesehatan (Nakes).

BACA JUGA :  Sambut Masa New Normal, Perwakilan Pesantren di Gresik Sepakati 9 Poin

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono dalam peringatan HPN 2021. Menurutnya, pers dan pemerintah berjalan seiring. Yaitu bersama mengawal dan mengabdi untuk masyarakat sesuai dengan tugas serta tanggung jawabnya masing-masing. Bahkan tidak sedikit pula kawan media yang terpapar Covid-19 dan akhirnya gugur.

“Tak elok memang, jika kita membandingkan siapa yang paling berjasa melawan Covid-19. Tapi kita tidak bisa mengelak, jika peran pers sangat penting bahkan saya tidak bisa membayangkan di tengah situasi kepanikan, hoaks bertebaran dan di tengah kegaduhan, saat itulah peran pers jadi pijakan,” ungkap Hudiyono.

Dia merasa tidak berlebihan, ketika menilai bahwa pers adalah ujung tombak dalam perang melawan Covid-19. “Saya menilai pers ujung tombak dalam perang melawan Covid-19. Masyarakat menjadi waspada dengan informasi yang disampaikan media. Tugas Gugus Tugas Covid-19 sangat terbantu dalam mendistribusikan informasi,” urainya.

Bukan hanya sebagai pilar demokrasi, lanjut Hudiyono, lahirnya pers nasional penuh perjuangan. Risiko pekerjaan yang tidak ringan. Di masa perang pers bergelut dengan nasib antara hidup dan mati. 

Di saat negara di dunia sama-sama sibuk berjuang melawan Covid-19 termasuk Indonesia, insan pers juga ikut berjuang dengan caranya. Mereka tak menghiraukan ancaman bahaya covid. 

“Sejatinya peran pers tidak bisa digantikan dengan alat lain, meski era saat ini era medsos. Sebab dari pers lah masyarakat bisa punya pegangan dalam mencerna informasi,” imbuhnya.

“Selamat Hari Pers Nasional, semoga pers Indonesia terus berjuang mengabdi untuk bangsa dan negara. Karena antara pemerintah dan pers sama-sama punya peran penting dalam memajukan bangsa ini,” pungkasnya. (nul)