Pilkada Serentak, Kapolda Minta Polisi Netral

Reporter : Achmad Alamudi - klikjatim.com

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan memberikan keterangan di depan awak media. (ist)

KLIKJATIM.Com I Surabaya – Jajaran kepolisian di Daerah Jawa Timur diminta untuk bersikap netral menghadapi gelaran pemilihan kepala daerah serentak di Jatim, tahun ini. Munculnya sejumlah calon kepala daerah berlatarbelakang purnawirawan jenderal polisi, juga disikpai tegas yakni jajaran kepolisian tetap netral.

“Purnawirawan siapapun boleh (mencalonkan kepala daerah, Red). Tetapi kita sudah ada aturannya, tetap netral,” tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Kamis (13/2/2020) usai acara Gelar Operasional dan Pembinaan.

BACA JUGA :  Aplikasi e-Angkot, Berikut 6 Rute Yang Dipersiapkan

Kapolda meminta kepada anggota Polri untuk netral dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya serta pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini di Jatim. Begitu juga dengan aparatur sipil negara (ASN) di jajarannya diminta memilih sesuai hati nurani masing-masing.

Diakui, dalam Pilkada serentak di Jatim tahun ini ada purnawirawan polisi yang bakal mencalonkan diri, Salah satunya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin bakal maju sebagai calon wali kota Surabaya di Pilwali Surabaya 2020. Dalam setiap pertemuan maupun rapat ataupun melalui pesan WhatsApp, Kapolri juga sudah menegaskan berulang kali agar Polri tetap netral di pemilihan kepala daerah serentak.

“Aturannya sudah jelas. Perkap (Peraturan Kapolri) sudah jelas. Polri netral,” sambungnya.

BACA JUGA :  Sebanyak 53 Bakal Calon Kepala Daerah Ikuti Fit and Proper Test di PDIP Jatim

Irjen Luki Hermawan menambahkan, dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 ini, polisi akan tetap netral dan fokus mengamankan jalannya pilkada. “Undang-undangnya juga sudah jelas. Jadi kita nggak main-main dalam pilkada tahun ini. Yang jelas kita akan fokus untuk mengamankan jalannya pilkada bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.

Terkait bhayangkari (istri polisi) atau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kepolisian, Luki menyatakan bahwa mereka punya hak memilih dan sudah paham tentang pemilihan umum. “Ada bhayangkari, ada ASN yang mereka punya hak pilih. Saya rasa mereka sudah paham karena ini bukan pertama kali untuk melakukan pencoblosan. Aturan mainnya sudah jelas. Mereka akan memilih sesuai hati nuraninya dan pilihannya,” ujar Kapolda.

Dia menegaskan, jajarannya tidak bermain atau dukung-mendukung dalam pilkada serentak tahun ini. “Polisi jangan berpihak kepada warna-warni untuk mendukung atau bermain dalam politik ini,” pungkasnya. (lam/nul)