Pilkada Dilanjutkan, 264 PPS di Empat Kecamatan Kabupaten Gresik Dilantik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Suasana pelantikan PPS di Kecamatan Kebomas, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebanyak 264 Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gresik diambil sumpahnya, Senin (15/6/2020). Mereka yang dilantik merupakan anggota yang tersebar di empat kecamatan. Antara lain Kecamatan Wringinanom, Dukun, Kebomas, dan Balongpanggang.

Pelaksanaan pelantikan dilakukan terpisah di wilayah kecamatan masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan. Di Kecamatan Kebomas misalnya, proses pengambilan sumpah dilakukan secara bergelombang. Setiap gelombang hanya 12 orang.

Seluruh peserta juga wajib mengenakan masker. Jarak mereka juga diatur minimal satu meter. Peserta yang sudah dilantik diharapkan kembali dan digantikan dengan PPS lainnya. “Hal ini dimaksudkan agar tidak ada perkumpulan massa dengan jumlah yang besar,” kata Divisi Teknis Penyelenggaran KPU Gresik, Elvita Yuliati. 

BACA JUGA :  Khofifah Datang, Ular Phyton Muncul

Lebih lanjut Vetty—sapaan Elvita Yuliati—menuturkan, semua PPS yang hendak dilantik juga diminta membawa hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun. Mereka pun dicek suhu tubuhnya menggunakan thermogun. 

Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni menambahkan bahwa pelaksanaan pelantikan PPS di empat kecamatan telah berjalan lancar. “Dalam proses pelantikan ini kami juga bekerja sama dengan pihak petugas medis dari Dinkes (Dinas Kesehatan). Mereka yang akan menscaner peserta yang hendak masuk ruangan pelantikan,” ujarnya.

Kemudian dalam laporan yang diterima, hingga saat ini ada enam PPS yang mengundurkan diri. Alasanya karena mendapatkan pekerjaan lain.

BACA JUGA :  Warga Perum Surya Jaya Minta Kelana  Selesaikan Persoalan Sampah

Adapun enam PPS yang mengundurkan diri antara lain berasal dari Desa Indro, Kecamatan Kebomas; Desa Gurunganyar, Kecamatan Cerme; Desa Pegundan, Kecamatan Bungah. Kemudian dari Desa Serah, Kecamatan Panceng; Desa Peromaan, Kecamatan Tambak; dan Desa Randu Padangan, Kecamatan Menganti.

“Segera kita tindaklanjuti dengan mekanisme pergantian antar waktu (PAW),” pungkasnya. (nul)