PGN SAKA Peduli Ekonomi Nelayan ujung Pangkah Kabupaten Gresik

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi - klikjatim.com

PGN SAKA maupun mitra pendamping program, yakni Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) memberikan pelatihan dan mengembangkan program, mensinergikan dengan program dinas terkait

KLIKJATIM.Com | Gresik – Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA), operator hulu minyak dan gas bumi (Migas) di Blok Pangkah Kabupaten Gresik berkomitmen dalam pengembangan masyarakat di wilayah kerja perusahaan. Anak perusahaan PGN ini melaksanakan pendampingan melalui musyawarah kerja kelompok Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik.

Pendampingan PGN SAKA di antaranya melaksanakan penyusunan rencana kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kelompok nelayan. Kegiatan pendampingan itu dilakukan di Desa Banyu Urip, Kecamatan  Ujung Pangkah, Kamis (8/4/2021).

 

Menurut Arijatno, External Relation Analyst PGN SAKA Kelompok Nelayan Desa Banyuurip, kegiatan pendampingan  saat ini membawahi sejumlah kelompok usaha. Di antaranya Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan omzet penjualan perbulan rata-rata Rp 90 juta perbulan. Kemudian Kelompok Peduli Mangrove dan Lingkungan Desa Banyuurip (KPMLB) yang concern pada pelestarian kawasan mangrove dan keanekaragaman hayati mangrove.

“Melalui pendampingan yang intens KPMLB saat ini memiliki lokasi pembibitan dengan kapasitas 60.000 bibit mangrove dan terdapat 18 jenis mangrove yang dibudidayakan di Desa Banyuurip,” kata Arijatno.

Selanjutnya Paguyuban Istri Nelayan (PIN) yang  merupakan kelompok istri nelayan yang memproduksi olahan khas, seperti: kupang krispi, krupuk ikan payus, stik mangrove dan sebagainya. Pendampingan lainnya dilakukan pada Pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang saat ini bertanggung jawab dalam pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan Desa Banyuurip.

Dijelaskan, melalui musyawarah kerja ini diharapkan kelompok nelayan mampu membuat perencanaan dan SOP sehingga diharapkan secara kelembagaan rukun nelayan semakin maju dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.“Harapan kami,  rukun nelayan di Banyuurip mampu meningkatkan penghasilannya,” Ujar Arijatno saat melakukan pendampingan program.

 

Ditambahkan, adanya dokumen perencanaan dan SOP lembaga akan memudahkan bagi PGN SAKA maupun mitra pendamping program. Khususnya, Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) dalam mengawal untuk mengembangkan program, mensinergikan dengan program dinas terkait. Kemudian melakukan monitoring dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat (PPM).

Tim PGN SAKA melaksanakan pendampingan melalui musyawarah kerja kelompok Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik

 

BACA JUGA :  Wali Kota Madiun : Berita Positif Jadi Salah Satu Upaya Tingkatkan Imun

Pada bagian lain, Heri Saputro Fasilitator PUPUK mengungkapkan, hasil dari musyawarah bersama menyepakati dokumen SOP kelembagaan rukun nelayan dan program kerja yang akan dikembangkan. Program kerja itu meliputi Pengembangan dan perbaikan pelayanan dan tabungan simpanan nelayan nelalui Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok peduli mangrove dan lingkungan Desa Banyuurip.

Pada kegiatan ini, pihaknya berfokus pada konservasi kawasan mangrove, peningkatan pembibitan keanekaragaman hayati mangrove, edukasi mangrove atau pendampingan penelitian ekosistem mangrove dan launching buku.  “Praktik Proses Pembibitan Mangrove di Banyuurip dan Analisis Usahanya,” jelas dia.

Menurutnya, PIN berfokus pada pengembangan produk olahan dan pengemasan. Kemudian pengelola TPI, berfokus untuk peningkatan pelayanan dan sarana prasarana di TPI Desa Banyuurip. Selain itu, Rukun Nelayan juga berkomitmen dalam pengembangan ekowisata mangrove di Desa Banyuurip.

 

 

Di tempat yang sama, Ainur Rofiq Ketua Rukun Nelayan Desa Banyuurip mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan oleh PGN SAKA.   “Terimakasih kepada PGN SAKA yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, semoga dengan adanya kegiatan ini kita semua bisa belajar kembali dan dapat menjalankan program kerja sehingga rukun nelayan bisa lebih baik,” kata Ainur Rofiq.

 

Sementara itu, Ihsanul Haris Kepala Desa Banyuurip mengungkapkan, kekuatan ekonomi di Desa bergantung pada organisasi-organisasi di dalam desa.“Kebesaran kelompok nelayan dan kelompok ekonomi didalamnya dapat menjadikan Desa Banyuurip semakin besar. Oleh karena itu, mari kita hilangkan rasa ke-aku-an dan bersama-sama berkomitmen untuk membesarkan rukun nelayan.” kata Ihsan saat, membuka musyawarah kerja kelompok nelayan tersebut menyampaikan. (ris)