Petugas Gabungan Gerebek Rumah Karaoke Jalan Arjuno Surabaya Karena Nekat Beroperasi

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Petugas gabungan Satgas Covid Jawa Timur saat memeriksa ruang karaoke di Jalan Arjuno Surabaya yang masih beroperasi di masa PPKM. (foto istimewa)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Tim gabungan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, TNI dan Polda Jatim menggerebek sebuah rumah karaoke di Jalan Arjuno Surabaya, Selasa (12/1/2021). Tindakan itu dilakukan karena pengelola rumah karaoke melanggar ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

BACA JUGA :  Rudiantara Gantikan Soekarwo Jabat Komisaris Utama Semen Indonesia

Sebelum mendatangi rumah karaoke tersebut, tim gabungan mendapat informasi jika ada rumah hiburan yang nekat buka. Selanjutnya tim bergerak ke rumah karaoke tersebut. Rupanya kedatangan tim diketahui oleh pengelola melalui komunikasi juru parkir yang membawa HT mengabarkan ada petugas datang.

Dugaan pengelola melanggar ketentuan makin kuat ketika petugas masuk ternyata pintu utama dikunci dari dalam. Setelah petugas mengultimatum, barulah 1 jam kemudian pintu dibuka. Tim gabungan selanjutnya memeriksa seluruh ruangan dan mendapati ada ruangan yang baru saja digunakan.

“Kami melihat ada bekas puntung rokok, sisa makanan dan minuman di meja ruangan karaoke. Kemudian ada beberapa pengunjung yang tidur-tiduran di atas sofa,” kata Kepala Satpol PP Jatim, Budi Santosa.

Seluruh pegawai dan pemandu lagu selanjutnya diminta turun untuk didata dan diidentifikasi. Sedangkan tangga lantai satu menuju ke lantai dua oleh petugas diberi Satpol PP line.

“Ini dalam rangka PPKM, kita menertibkan hiburan-hiburan malam. Kalau selevel Arjuna ini, RHU yang harus tutup sebenarnya. Tidak hanya tutup di era PPKM. Ini kita coba proses untuk menjadi permanen,” kata Budi Santosa.

DItambahkan, saat masuk ke dalam Arjuna karaoke tidak menemukan disinfektan. Selain itu tidak ada satgas yang dibentuk oleh pengelola. “Tidak ada disinfektan. Juga tidak ada satgas di dalam, agar pengunjung mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Budi.

Dalam razia itu, lebih dari sepuluh orang pengunjung dan pemandu lagu serta pegawai dilakukan penyitaan KTP, untuk dilakukan proses tipiring. “Untuk pengelola kita sita KTP-Nya, ada sanksi tertentu untuk pengelola, melihat dari pada jenis usahanya,” pungkasnya. (hen)