Petrokimia Gresik Siapkan Pasokan Pupuk 4 Kali Lipat Untuk Sulsel

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

PT Petrokimia Gresik sebagai bagian holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 33.521 ton untuk Sulsel.

KLIKJATIM.Com | Gresik –  Menyambut musim tanam pertengahan tahun 2020, Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 33.521 ton untuk Provinsi Sulawesi Selatan, atau empat kali lipat lebih banyak dari ketentuan minimum pemerintah (8.765 ton).

BACA JUGA :  Kolaborasi dengan Petrokimia Gresik, Panen Perdana di Demplot Sultra Capai 8 Ton Per Hektar

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menyatakan bahwa stok ini terdiri dari pupuk ZA 2.686 ton, SP-36 3.482 ton, NPK Phonska 26.513 ton, dan pupuk organik Petroganik 840 ton. Sedangkan untuk pupuk Urea dipasok oleh PT Pupuk Kaltim. “Khusus untuk Kabupaten Maros, stok yang tersedia sebanyak 28.532 ton, jauh lebih banyak dari ketentuan minimum pemerintah, yaitu 240 ton,” ujar Yusuf di Gresik.

Stok tersebut, lanjutnya, terdiri dari pupuk ZA 1.685 ton, SP-36 1.614 ton, NPK Phonska 24.853 ton dan pupuk organik Petroganik 380 ton. Sedangkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Maros hingga Senin(22/6/2020) mencapai 4.765 ton atau 75% dari alokasi tahun 2020 sebesar 6.380 ton.

Dijelaskan, perusahaan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2020 yang terbit pada 2 Januari 2020. Dalam Permentan tersebut, alokasi pupuk bersubsidi nasional yang wajib disalurkan oleh holding Pupuk Indonesia adalah 7,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik menyalurkan sebesar 4,1 juta ton.

Adapun petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sedangkan untuk pendistribusiannya, perusahaan berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

BACA JUGA :  Sambut Lebaran, Bupati Azwar Anas Bagikan Hand Sanitizer

“Salah satu ketentuan dalam Permendag adalah bahwa stok pupuk bersubsidi harus tersedia untuk memenuhi alokasi petani hingga dua minggu ke depan. Namun sebagai langkah antisipasi atas kemungkinan lonjakan permintaan, Petrokimia Gresik menyediakan stok pupuk bersubsidi tiga hingga empat kali lipat. Kami memastikan penyaluran pupuk subsidi lancar sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Yusuf. (hen)