Petrokimia Gresik Kembali Dapat Penghargaan Zero Accident

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menerima “Penghargaan Zero Accident” dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan diserahkan dalam Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2022, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/1/2022).

Penghargaan ini diberikan kepada Petrokimia Gresik atas capaian 41.520.107 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja, terhitung 22 Januari 2020 sampai dengan 31 Oktober 2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa K3 sudah menjadi budaya bagi perusahaan. Implementasi K3 di Petrokimia Gresik menjadi sangat penting mengingat Petrokimia Gresik merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang tidak boleh berhenti memproduksi pupuk bersubsidi untuk mejaga ketahanan pangan nasional.

“Kepatuhan terhadap K3 di Petrokimia Gresik sudah menjadi kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif,” tandas Dwi Satriyo.

Dengan demikian perusahaan dapat menjalankan amanah pemerintah dalam memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi dengan baik, serta mampu meningkatkan daya saing perusahaan melalui jaminan ketersediaan pupuk, utamanya di tengah pandemi Covid-19.

 

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja selama pandemi, perusahaan telah membuat perencanaan yang mencakup identifikasi risiko kerja dan upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisasi risiko tersebut. Panduan tersebut digunakan untuk penanganan apabila ada kasus konfirmasi positif Covid-19 di tempat kerja.

Sebagai mitigasi atas risiko penularan Covid-19, perusahaan telah melakukan vaksinasi terhadap 100% karyawan, kemudian memberikan vitamin secara rutin, tetap mewajibkan protokol kesehatan, serta tetap melakukan screening secara berkala.

“Perusahaan sudah menjamin tempat kerja yang bebas kontaminasi untuk meminimalisasi risiko penularan,” ujar Dwi Satriyo.

Dalam hal pelayanan K3, prinsip contactless services dilaksanakan oleh seluruh staf K3. Beberapa inovasi terkait sistem pelayanan K3 yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka diganti menjadi pelayanan online melalui pengembangan portal E-posh yang meliputi pelayanan safety induction online, vehicle commissioning online. 

Ach. Zaid selaku VP K3, mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik menerima penghargaan K3

Kemudian pengurusan SIMPER internal & SIM B3 online, penilaian dokumen prakualifikasi kontraktor secara online, serta uji kompetensi Safety Officer online.

Tidak hanya itu, di setiap unit kerja terdapat Safety Representative (SR) yang bertanggung jawab dalam pengawasan aspek K3 di lingkungan kerjanya seperti kondisi tidak aman (unsafe condition) dan sikap tidak aman (unsafe action) dan melaporkannya kepada Departemen K3.

Capaian Kinerja K3, program-program K3 dan isu terkait K3 di Unit kerja dibahas secara rutin di dalam sidang Sub Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di tingkat kompartemen dan sidang P2K3 di tingkat perusahaan.

 

 

Petrokimia Gresik juga membuat sejumlah program yang mendorong setiap karyawan senantiasa menjalankan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan rajin berolahraga, melalui program Viral 500K yang dilaksanakan sepanjang tahun.

Dwi Satriyo menegaskan, upaya-upaya tersebut merupakan wujud nyata komitmen manajemen dan seluruh Insan Petrokimia Gresik dalam penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di perusahaan.

“Kinerja K3 yang optimal ini juga menjadi salah satu aspek yang mengantarkan Petrokimia Gresik meraih Propernas Emas untuk pertama kalinya,” tandas Dwi Satriyo.

Seperti diketahui, akhir tahun kemarin Petrokimia Gresik berhasil meraih predikat Emas untuk pertama kalinya dalam Propernas atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Nasional di Bidang Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi perusahaan yang ada di Gresik yang sudah menjalankan aturan-aturan keselamatan kerja dan menjaga kesehatan di lingkungan kerja masing-masing. Ia juga berharap agar di tahun 2022 lebih banyak lagi perusahaan di Kabupaten Gresik yang juga ikut serta meraih penghargaan.

“Dalam hal pencegahan Covid-19 contohnya, pemerintah Kabupaten Gresik memastikan perusahaan-perusahaan yang beroperasi untuk menyiapkan fasilitas dan patuh terhadap protokol kesehatan,” tandasnya.

Sebagai informasi, penghargaan lainnya yang diperoleh Petrokimia Gresik dalam perayaan Bulan K3 Nasional 2022 adalah Piagam Penghargaan Pencegahan Penaggulangan (P2) HIV/AIDS dan P2 Covid-19 di tempat kerja. (ris)