Petrokimia Gresik Jadikan Bojonegoro Sebagai Demplot Pemupukan Berimbang

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Kegiatan penanaman di demplot PT Petrokimia Gresik di Kabupaten Bojonegoro

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – PT Petrokimia Gresik menggelar demonstration plot (Demplot) pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik cair (POC) subsidi baru, yaitu Phonska OCA di Kabupaten Bojonegoro. Dipilihnya Bojonegoro karena sesuai dengan data di Pupuk Indonesia merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan di Jawa Timur (Jatim).

BACA JUGA :  Bank Bukopin Perkenalkan Manajemen Baru Melalui Townhall Meeting

Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih, di Bojonegoro,  menjelaskan, saat ini Bojonegoro menempati urutan ketiga tertinggi di Jatim dengan luas lahan pertanian mencapai 78.487 hektar dan menghasilkan 737.397 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2020. 

“Untuk menambah jumlah produksi pertanian itu, Pupuk Indonesia bersama anggota holdingnya, Petrokimia Gresik melakukan demonstration plot (Demplot) pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik cair (POC) subsidi baru, yaitu Phonska OCA,” kata Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik.

Dijelaskan, demplot ini digelar di Kabupaten Bojonegoro karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Digna mengungkapkan, pada 2021 alokasi pupuk bersubsidi nasional mengalami kenaikan dari tahun 2020 hanya 8,9 juta ton menjadi 9,04 juta ton serta ditambah 1,5 juta liter POC. Sementara, dalam kegiatan tanam perdana ini merupakan demplot dengan mengaplikasikan Petroganik, Phonska OCA dan NPK Phonska formulasi baru.

“Semoga demplot ini dapat meyakinkan petani bahwa pemupukan berimbang dengan pupuk organik mampu meningkatkan produktivitas pertanian dengan optimal,” tandasnya.

Dalam penggunaannya, setiap hektare menggunakan pupuk organik cair sebanyak 5 liter. Dengan penambahan itu, produktivitas hasil panen per hektare bisa mencapai 1 sampai 2 ton. “Jadi dengan adanya tambahan pupuk organik cair ini kalau bisa meningkatkan produksi maka bisa menjadi pilihan petani,” ujar Faktur, salah seorang petani Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. (ris)