Petrokimia Gresik Dorong Realisasi Penebusan Pupuk Bersubsidi Petroganik Sesuai Target

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Dirsar PG, Digna Jatiningsih memberikan hadiah secara simbolis kepada pemilik kios dengan penebusan petroganik tertinggi. (for klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com ǀ Nasional – Petrokimia Gresik memiliki banyak cara untuk mendorong penebusan pupuk bersubsidi Petroganik di berbagai wilayah. Misalnya di Lampung selatan dengan menggelar ‘Gebyar Petroganik’.

Tujuannya untuk mengapresiasi kios resmi agar mampu merealisasikan penebusan pupuk bersubsidi organik sesuai target. “Dengan adanya apresiasi ini kios resmi akan berlomba untuk melakukan penebusan tertinggi,” ungkap Direkur Pemasaran Petrokimia Gresik (PG), Digna Jatiningsih usai membuka acara di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Selasa (5/11/2019) kemarin.

Kegiatan ini juga masih berkaitan dengan kampanye pemupukan berimbang oleh PG. Hanya saja, fokusnya terhadap kios resmi sebagai salah satu frontliner Petrokimia Gresik yang bersinggungan langsung dengan petani.

“Sehingga untuk mencapai hal tersebut, kios tentunya akan berperan aktif dalam sosialisasi pemupukan berimbang kepada petani. Termasuk mensosialisasikan pemanfaatan pupuk organik, sehingga penebusannya akan bagus,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Ditetapkan Tersangka, Mantan Kades Sitiaji Sukosewu Bojonegoro Langsung Ditahan

Tidak hanya itu. Namun, Digna juga memberikan pengarahan kepada 19 mitra Petroganik se-Sumatera. Antara lainnya dari Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Aceh.

Menurutnya, pengarahan dilakukan untuk memperkuat standarisasi pupuk Petroganik. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan prima melalui produk berkualitas unggul bagi petani.

“Petrokimia Gresik tengah melaksanakan program transformasi bisnis, yang salah satu fokusnya menekankan pada pengawasan dan peningkatan mutu Petroganik. Sehingga dengan kualitas yang terjaga petani pun dapat merasakan manfaatnya dan terus loyal untuk menggunakan Petroganik,” imbuh Digna.

Selanjutnya pada hari Rabu ini (6/11/2019), Petrokimia Gresik melakukan koordinasi dengan kepala gudang penyangga dan distribution center. Dengan tujuan untuk memastikan proses distribusi pupuk bersubsidi di musim tanam Oktober 2019 sampai Maret 2020 (Okmar), berjalan lancar sesuai prinsip enam TEPAT. Antara lainnya Tepat Waktu, Tepat Tempat, Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat Mutu dan Tepat Harga.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan dan antisipasi terhadap potensi penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi. Untuk itu, kami ingin memastikan pendistribusian pupuk bersubsidi berjalan sesuai prinsip enam TEPAT, agar pupuk dapat tersedia di lini empat atau kios ketika petani membutuhkan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Dikira Obat-obatan, Sabu-sabu Senilai Rp 140 Juta Dikirim ke Puskesmas di Madura

Sementara itu dapat diketahui pula, bahwa Pupuk Petroganik telah dikembangkan sejak tahun 2004. Yaitu sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003), yang menyebutkan tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-Organik di bawah 2%.

Padahal, tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-Organik 5%. Dan Petroganik mengandung kadar C-Organik minimal 15%, sehingga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan struktur tanah.

“Petroganik telah mendapat kepercayaan pemerintah sejak tahun 2008 sebagai pupuk bersubsidi. Kehadiran pupuk organik Petroganik menjadi semakin relevan, di tengah kondisi kesuburan tanah di Indonesia yang menurun,” tambah Digna. (nul/roh)