Petrokimia Gresik Bantu 12 Ribu Paket Beras dan Isolation Transpor

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur (Jatim), kembali menyerahkan bantuan 12.000 paket beras untuk masyarakat Jatim. Selain beras, BUMN pupuk ini juga mengirimkan bantuan 2 isolation transport kepada Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya.

BACA JUGA :  Menolak Ditangkap, Pasutri Penjual Inek dan Sabu Bertahan di Mobil Hampir Sejam

Bantuan secara simbolis diserahkan Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Suban Wahyudiono. Ikut mennyaksikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2020).

Menurut Rahmad, Menteri BUMN Erick Thohir telah menginstruksikan agar BUMN secara proaktif dan serius membantu pemerintah untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19, sekaligus penanggulangan dampaknya di berbagai aspek.

“Untuk itu, selain memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim juga memberikan bantuan beras maupun paket sembako untuk masyarakat Jatim,” jelas Rahmad dalam rilisnya.

Bantuan ini penting, mengingat menjelang lebaran biasanya kebutuhan masyarakat semakin tinggi. Namun di sisi lain, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo diperpanjang hingga 25 Mei 2020, sehingga kegiatan perekonomian masyarakat pun dibatasi untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kecil di Jatim yang secara ekonomi terdampak pandemi ini,” terang Rahmad.

Selain paket sembako, dua isolation transport untuk RSUD dr. Soetomo juga diserahkan Petrokimia Gresik melalui Pemprov Jatim. Isolation transport ini merupakan salah satu unit vital dalam penanganan pasien positif COVID-19, untuk mencegah penularan virus Corona terhadap tenaga medis, di samping APD.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Disumbang Ventilator HFNC dari LIPI

Dikatakan, hal ini menjadi sangat penting mengingat tenaga medis adalah garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, dan kasus positif Covid-19 di Jatim terus menigkat tiap harinya.

Berdasarkan data Pemprov Jatim, kasus terkonfirmasi hingga Selasa malam mencapai 2.372 atau terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. “Kita harus bersama-sama melindungi tenaga medis, mengingat sudah puluhan di antaranya meninggal usai menangani kasus Covid-19,” kata Rahmad.

Kegiatan ini melengkapi bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik melalui Pemprov Jatim. Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas lainnya telah menyalurkan bantuan APD berupa masker medis, masker N95, nitril gloves, baju pelindung, sepatu bot, pelindung wajah, hand scoon non steril, dan apron plastik. “Khusus bantuan APD untuk RS dr. Soetomo sudah kami distribusikan beberapa waktu lalu, tapi penyerahan secara simbolis dibarengkan dengan paket beras dan isolation transport ini,” kata Rahmad.

Pada bagian lainPetrokimia Gresik juga menyalurkan bantuan ke beberapa daerah lainnya di Jatim, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), antara lain 1.000 paket sembako untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, 60 ton beras untuk masyarakat sekitar perusahaan (MSP), 7 ton beras untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta bantuan untuk 28 yayasan panti asuhan yang ada di Gresik.

BACA JUGA :  Lion Air Beroperasi 10 Juni, Air Asia Terbang 19 Juni

Selain itu, untuk wilayah Jateng, bantuan sebanyak 7 ton beras diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pati dan 18 ton beras untuk masyarakat Kabupaten Temanggung. Sedangkan di wilayah Jabar, Petrokimia Gresik menyumbangkan 4 ton beras untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan 6 ton beras untuk warga Kabupaten Garut.

Sejumlah bantuan ini secara simbolis diserahkan di Posko Command Center BUMN Jatim, di Sarana Olahraga Tri Dharma Petrokimia Gresik, Senin (18/5).

Rahmad berharap, seluruh bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik maupun Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim untuk masyarakat dan tenaga medis dapat bermanfaat serta berkontribusi dalam membantu pemerintah memutus mata rantai penularan COVID-19. “Komitmen dan sinergi ini akan terus kami tingkatkan untuk membantu pemerintah daerah maupun pusat dalam memutus mata rantai penularan COVID-19,” kata Rahmad.

Rahmad mengimbau masyarakat untuk tidak mudik, mengingat saat ini adalah pekan terakhir Ramadan. “Kita harus melindungi keluarga di kampung halaman dari penularan COVID-19 dengan tidak mudik saat lebaran. Ini dibutuhkan kesadaran dan kontribusi bersama,” pungkas Rahmad. (hen)