Petrokimia Gagas Program Demplot Dambaan Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Gresik

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Dari Kanan: Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro, Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Pasiter Kodim 0817 Gresik Kapten Siari saat melakukan simbolis pembukaan program Demplot Dambaan di Desa Sumengko Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — PT Petrokimia Gresik bersama Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kodim 0817 menggelar kegiatan tanam bersama Demonstration Plot (Demplot) Dambaan. Penanaman ini  menggunakan pupuk cair Phonska OCA  di Desa Sumengko Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik, Senin (12/4/2021). 

Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik melalui program Demplot Dambaan ini ingin memberikan dampak baik berkelanjutan bagi pertanian di Kabupaten Gresik, yang merupakan homebase perusahaan. 

“Gresik selama ini dikenal sebagai kota industri, tapi peranan sektor pertanian dalam pencapaian swasembada pangan juga cukup besar. Demplot ini merupakan dukungan Petrokimia Gresik agar sumbangsih pertanian di Gresik untuk ketahanan pangan nasional semakin optimal,” ujar Digna. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini Kabupaten Gresik memiliki 64 ribu hektar (ha) lahan tanaman padi. Sedangkan, produksi beras yang dihasilkan mencapai 264 ribu ton per tahun. Produktivitas ini membuktikan bahwa Kabupaten Gresik masih tetap berpotensi sebagai wilayah agraris.

Digna menambahkan, bahwa semua potensi pertanian saat ini harus dioptimalkan, termasuk di Gresik, mengingat peranan pertanian krusial di masa pandemi Covid-19 ini. “Petani juga tidak bingung dengan harga dan pasar jual hasil panen,” tambahnya. 

Demplot Dambaan, lanjut Digna, digelar di 21 titik yang berada di 15 kecamatan di Kabupaten Gresik. Lima belas kecamatan tersebut adalah Kebomas, Cerme, Benjeng, Wringinanom, Menganti, Kedamean, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah, Panceng, Dukun, Duduksampeyan, Driyorejo, dan Balongpanggang.

Disebutkan, total luas lahan demplot mencapai 10,5 ha. Masing-masing titik seluas 0,5 ha. Demplot ini melibatkan 20 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 21 Kelompok Pertanian (Poktan), serta didampingi perwira dan staf teritorial dari 15 koramil dan 21 babinsa.“Dalam hal ini, Petrokimia Gresik memberikan bantuan berupa benih, serta pendampingan teknologi pemupukan dan kawalan pestisida,” ujar Digna. 

Digna menjelaskan bahwa melalui demplot ini, Petrokimia Gresik ingin mengajak petani menerapkan pemupukan berimbang dengan mengombinasikan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik sesuai dosis yang dianjurkan agar produktivitas meningkat dan kesuburan lahan pertanian tetap terjaga. Pola pemupukan yang diaplikasikan antara lain NPK Phonska Plus (150 kg/0,5 ha), Petroganik (250 kg/0,5 ha), Urea (100 kg/0,5 ha) dan Phonska OCA 3 liter/0,5 ha.

“Kita komitmen produktifitas petani, bapak semua pahlawan untuk pangan, dan disinilah kita komitmen,” tegasnya dihadapan para petani. “Intensifikasi pertanian dan perbaikan kualitas lahan menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan, khususnya di Gresik yang juga dikenal sebagai kota satelit ini,” tandasnya.

Selain itu, melalui demplot ini, Petrokimia Gresik juga ingin memperkenalkan langsung pupuk organik cair Phonska Oca kepada petani Gresik untuk pertama kalinya. Aplikasinya sebanyak 3 liter/0,5 ha dengan cara disemprotkan. Phonska Oca merupakan produk organik yang produksinya 100% menggunakan bahan baku dalam negeri.

“Phonska Oca merupakan komplementer atau tambahan untuk melengkapi konsep pemupukan berimbang dengan peningkatan hasil mencapai 10 hingga 60% bergantung pada jenis komoditas. Phonska Oca bukan pupuk yang diaplikasikan secara mandiri,” jelas Digna.

Terakhir, Digna juga mengungkapkan bahwa Petrokimia Gresik tahun ini tengah menjalankan program Agro Solution yang diinisasi oleh Pupuk Indonesia. Yakni program pendampingan pertanian intensif sebagai solusi atas berbagai kendala yang dialami petani dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, akan menindak lanjut komitmen dari Petrokimia Gresik. “Dengan memberikan jaminan, saat musim tanam para petani tidak kesulitan pupuk,” katanya, Senin (12/4/2021).

Gus Yani mengajak para seltekholder untuk terus inovasi dengan kolaborasi bersama korporasi untuk ketahanan pangan dan pupuk. “Dan tindak lanjut pasca panen yang bisa membuat harga stabil, dan jaminan petani. Jangan sampai akan menjual sawahnya. Banyak menjual karena tidak ada jaminan, dan banyak resikonya,” paparnya. 

Bupati mencontohkan saat musim panen banyak sawah petani kena imbas banjir. Sehingga kadang nyaris tidak ada jaminan untuk gagal panen petani. “Untuk kekurangan pupuk subsidi, kita buatkan satu formula untuk ketersediaan pupuk subsidi. Saya berharap lahan pertanian di Gresik tidak digerus, dan berjalan dengan baik,”pungkasnya. 

Di tempat yang sama  Pasiter Kodim 0817 Gresik Kapten Siari mengapresiasi program demplot ini akan menjadi dampak baik kepada petani menuju kemakmuran. “Semoga para petani bisa makmur dan sejahtera,” kata dia. (ris)