Petani Harus Terdaftar di e-RDKK Untuk Memperoleh Pupuk Bersubsidi

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo Saat Meninjau Gudang Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah.

KLIKJATIM.Com | Gresik – Memasuki musim tanam di bulan Oktober 2020 hingga Maret 2021, petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Padahal, alokasi pupuk tersebut sudah disiapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian nomor 27 tahun 2020.

BACA JUGA :  Setigi Dibangun Oleh Pemerintah Desa Izinnya Cukup Peraturan Desa

Terkait dengan itu, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (persero) Wijaya Laksana menegaskan bahwa pupuk bersubsidi hanya diperuntukan bagi petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Pupuk disalurkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan perseroan secara tertutup sesuai alokasi dan hanya kepada para petani yang terdaftar dalam kelompok tani dan teregistrasi dalam sistem elektronik e-RDKK yang dikelola Kementrian Pertanian,” ujarnya, Selasa (10/11/2020).

Untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang kehabisan alokasi pupuk bersubsidi, kata Wijaya, Pupuk Indonesia pun telah menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi. Di samping itu, guna menghindari pupuk palsu, pihaknya juga mengimbau agar para petani hanya membeli pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi.

“Kami mengimbau petani yang sudah terdaftar dalam e-RDKK agar dapat menebus langsung pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi, agar petani memperoleh pupuk yang sesuai kualitas dan sesuai HET atau harga eceran tertinggi,” katanya.

Ia menambahkan, masih terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga telah memiliki sejumlah strategi mencegah penyimpangan. Di antaranya pencirian pupuk bersubsidi dengan warna khusus, bag code, termasuk penyaluran tertutup yang berdasarkan e-RDKK.

“Sebelum disalurkan pupuk bersubsidi juga memiliki ciri pada kemasan karungnya. Terdapat tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung dan bertuliskan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah’,” imbuhnya.

Di bagian karung pupuk bersubsidi lanjut Wijaya, di kemasannya tercantum juga nomor call center, logo SNI, nomor izin edar pada bagian depan karung dan memiliki Bag Code dari produsennya.

“Dalam pelaksanaan penyaluran, Pupuk Indonesia didukung oleh lima anak usahanya yang merupakan produsen pupuk nasional yakni PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang dan PT Pupuk Kaltim. Selain itu, didukung juga oleh 1.226 mitra distributor dan 33.804 kios pupuk,” ungkapnya.

Saat ditanya stok pupuk bersubsidi di Jawa Timur. Dijelaskan Wijaya Laksana saat ini masih terjaga dalam posisi di atas ketentuan minimum.

“Tercatat, total stok di Kabupaten Tuban tersedia sebanyak 4.681 ton. Sementara stok untuk Provinsi Jawa Timur sendiri berada di angka 203.640 ton,” tandasnya. (hen)