Pertahankan Perekonomian, Pak Qosim Genjot 4 Sektor Usaha

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Wakil Bupati Gresik Moch Qosim atau akrab dipanggil Pak Qosim saat mengikuti webinar milenial yang dipandu Januar Adi dari Tibun Jatim.

KLIKJATIM.Com | Gresik  – Pertumbuhan ekonomi ekonomi secara nasional diakui telah terkontraksi oleh pandemi Covid-19, termasuk di Kabupaten Gresik. Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik mencapai 6,58 persen tahun ini diperkirakan juga akan turun. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Gresik berupaya menjaga penurunan itu tidak terlalu tajam.

BACA JUGA :  TOP..., Pasutri Asal Lamongan Ini Pecahkan Rekor Curi Motor, Berapa Jumlahnya?

Wakil Bupati Gresik Moch Qosim menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Gresik mencapai 6,58 persen atau di atas rata-rata nasional provinsi Jatim. Demikian juga sektor Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Sampai saat ini, sudah mencapai Rp 83 triliun. Tingginya angka PDRB tak lepas dari geliat sektor industri dan jasa yang begitu pesat.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tidak terlalu terpuruk, Kabupaten Gresik akan memperkuat sektor pertanian, perdagangan, pangan, dan wisata. Di sektor pertanian, hampir 75 persen warga Gresik menggantungkan pendapatannya di sektor pertanian, baik pertanian sawah, kebun, tambak maupun industri pengeolahan pertanian.

“Kami akan memberikan penguatan dengan pengolahan lahan untuk pertanaman, penyiapan benih dan pupuk serta sarana prasarana, pembiayaan pertanian melalui KUR, dan operasionalisasi alat dan mesin pertanian. Pandemi covid 19, memberikan pelajaran berharga menyediakan stok pangan serta menguji system ketahanan pangan dari hulu sampai dengan hilir,” kata Pak Qosim dalam webinar yang digelar media online di Surabaya, Sabtu (1/8/2020).

Sementara itu di sektor perdagangan, pihaknya akan meningkatkan pelatihan startup khususnya para milenial di Gresik terutama kuliner, perdagangan dalam jaringan (daring). Pelatihan tidak hanya dari di sekolah formal seperti sekolah dan pondok pesantren, namun juga di komunitas anak muda.

“Saat ini juga sudah terlihat, banyak anak muda di Gresik yang mendirikan kafe dan warung kopi milenial yang dilengkapi IT, bisnis online frozen food. Perekembangannya cukup pesat di Gresik. Hingga Mei 2020, kami sudah menerbitkan 2.512 perizinan. Sebagianbesar bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah. Itu artinya kami sangat mendukung sektor perdagangan khususnya yang dikembangkan anak muda UMKM,” jelas Wabup Gresik Moch Qosim.

BACA JUGA :  PT Petrokimia Gresik Ajak Disiplin Laksanakan Protokol Kesehatan

Untuk sektor pariwisata, termasuk salahsatu sektor yang mampu bertahan Pak Qosim menegaskan, mendorong sepenuhnya pengembangan pariwisata, khususnya yang dikelola oleh desa. Keberhasilan Desa Sekapuk dengan wisata Setigi, Desa Gosari dengan wisata Wagos, Desa Dalegan dengan Pantai Delegan serta Desa Hendrosari dengan wisata kulinernya membuktikan, Pemkab Gresiki memberikan dukungan terhadap pengembangan wisata.

“Jangan lupa, obyek wisata di Bawean sangat luar biasa seperti Pantai Selayar, pasir Putih Gili Noko, Pantai Bidara Cina, Tanjung Geeng dan tarian kreceng bisa meningkatkan perekonomian di Bawean. Untuk itu, saya bersama Pak Sambari di Pemkab Gresik berencana membeli kapal bertonase besar yang mampu berlayar di ombak 3 meter serta mengangkut penumpang cukup banyak. Juga berencana memperpanjang runaway bandara Harun Tohir agar bisa didarati oleh pesawat berkapasitas 100 seat seperti ATR,” jelas Pak Qosim.

Diakui, pertumbuhan perekonomian Kabupaten Gresik menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur, jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain di provinsi ini. Pertumbuhan ekonomi di Gresik merupakan tertinggi, hal tersebut terlihat dari sejumlah grafik dan parameter utama.

Dikatakan, struktur perekonomian Gresik menurut lapangan usaha, sepanjang 2019 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama. Yaitu lapangan usaha industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,24 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,46 persen, serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 11,43 persen. “Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,04 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran,” ujarnya.

Sebagai kota penyangga industri Surabaya, Pak Qosim akan menghilangkan disparitas antara Surabaya dan Gresik. Pihaknya akan membangun sarana transportasi terpadu antar kota seperti komuter line, kereta api, dan transportasi darat lainnya. Sehingga pergerakan penduduk di tidak ada perbedaan.

“Dengan demikian, penurunan pertumbuhan ekonomi tidak terlalu njomplang, dean masyarakat Gresik bisa bertahan dan kami harap bisa bergeliat lagi setelah pandemi ini berakhir,” pungkas Pak Qosim. (hen)