Pernah Dipasung, Pembacok Istri dan Menantu di Gresik Alami Gangguan Jiwa Sejak Kecil

KLIKJATIM.Com | Gresik – Suwoto (66), pelaku yang tega membacok istrinya sendiri, Kamsinga (54) dan menantu perempuannya, Erna (47) di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik, diduga mengalami gangguan jiwa sejak kecil. Bahkan, dulunya pernah sampai dipasung.

Berdasarkan data yang digali Klik Jatim, pelaku kesehariannya sebagai buruh tani. Sesekali dia juga mencari rumput.

“Mungkin kehabisan obat sehingga tiba-tiba ngamuk. Karena belum lama ini saya melihatnya masih mencari rumput seperti biasa,” ujar seorang warga di Desa setempat, Minggu (6/10/2019).

BACA JUGA :  Tingkatkan Kualitas Pelabuhan, PG Teken Perjanjian Pelayanan Jasa Kepelabuhanan

Hal senada juga disampaikan oleh tetangga pelaku, Nur Kholilah (34). Menurutnya, selain kehabisan obat diduga karena kecapekan dan akhirnya pelaku mengamuk.

“Kalau kondisinya (gangguan jiwa) ini sudah lama, ada sekitar puluhan tahun. Dan dulunya sudah pernah dipasung karena mengamuk,” terangnya.

Iyas, Ibu kandung pelaku menambahkan, bahwa kondisi putra keduanya dari sembilan bersaudara itu sudah dialami dari masa kecil. “Dia (pelaku) sudah ada gangguan jiwa sejak dari kecil, yaitu setelah sunat (khitan),” terangnya.

Pada waktu itu, pelaku Suwoto dibawa berobat sampai harus menjual sawah. Hasilnya lebih baik. Ketika sudah beranjak dewasa, dia tidak mengamuk lagi dan akhirnya menikah dengan istri pertama.

Namun, dalam perjalanan waktu kondisinya ternyata kembali kambuh. Bahkan Suwoto juga pernah pergi ke hutan.

Kapolsek Dukun, AKP Mustaji saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil keterangan sementara untuk kondisi pelaku memang diduga mengalami gangguan jiwa. Namun, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih mendalam, termasuk akan memeriksa kembali kondisi kejiwaan pelaku.

BACA JUGA :  Salah Memasukkan Data, Dua TPS di Gresik Lakukan Penghitungan Ulang

Dapat diketahui sebelumnya, Suwoto warga Dusun Kwangen Rt 5 Rw 2 Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, tiba-tiba mengamuk dan menebas dua anggota keluarganya dengan celurit. Akibatnya, satu korban tewas yaitu Erna yang merupakan menantu. Sedangkan satu korban lainnya merupakan istri pelaku sendiri, Kamsinga dengan luka bacok di punggung dan dilarikan ke RSUD Ibnu Sina.

Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba. Yaitu, bermula saat menantunya ganti baju dan langsung dibacok dari belakang. Korban menjerit sehingga terdengar oleh suaminya (Syaiful Arif) yang sedang menunggu di ruang tamu.

Syaiful beranjak dari tempat duduk dan menghampiri istrinya, Erna (korban). Dia kaget setelah mengetahui kondisi yang terjadi. Korban dibawa ke luar sambil meminta pertolongan warga.

Waktu itu, Kamsinga juga datang dan bertanya kepada anaknya, Syaiful Arif terkait apa yang terjadi? Tidak lama kemudian, dari dalam rumah ada pelaku yang ke luar menghampiri istrinya sendiri tersebut dan langsung membacoknya. Kini, pelaku sudah diamankan polisi. (iz/nul)