Perkuat Produksi Nasional, PG Panen Bawang di Brebes

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Dirut PG, Rahmad Pribadi (tiga dari kiri) saat melihat produksi bawang merah yang melimpah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (ist)

KLIKJATIM.Com I Brebes -Di tengah fenomena kelangkaan bawang serta kenaikan harga di hampir semua wilayah, PT Petrokimia Gresik melaksanakan panen perdana bawang merah di Desa Banjaranyar, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2020). Bawang merah adalah komoditas terbesar nasional untuk jenis tanaman sayur dan menjadi komoditas penyumbang neraca ekspor.

Kegiatan panen perdana diikuti Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi. Keikutsertaan Petrokimia Gresik dalam panen di Brebes ini dengan memberikan rekomendasi pemupukan berimbang. Hasilnya, produktivitas tanaman bawang merah mencapai 12 ton perhektar.

Kepada wartawan Rahmad Pribadi mengatakan, bawang merah adalah komoditas terbesar nasional untuk jenis tanaman sayur. Untuk menjaga produktivitas dan bahkan meningkatkan hasil panennya diperlukan suplai pupuk berkualitas dan teknik pemupukan yang tepat.

BACA JUGA :  Distributor Tunggal BPNT, Bulog Diminta Komitmen Menyediakan Beras Berkualitas

Dan, rekomendasi Petrokimia Gresik untuk tanaman bawang merah di Brebes antara lain pupuk ZA (400 kg/ha), NPK (800 kg/ha), dan pupuk organik (2.000 kg/ha).

Hal ini berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan petani Brebes dalam pemupukan. Yaitu selama ini menggunakan Urea (200 kg/ha), ZA (100 kg/ha), SP-36 (100 kg/ha), NPK subsidi (300 kg/ha), NPK komersial (100 kg/ha), dan pupuk organik (500 kg/ha).

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Oktober 2019, rata-rata produktivitas bawang merah mencapai 9,59 ton/ha.
“Itu artinya pupuk rekomendasi Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas sebesar 2,41 ton/ton. Rekomendasi ini merupakan inovasi Petrokimia Gresik dalam membantu petani bawang merah meningkatkan produktivitas,” ujar Rahmad Pribadi.

Data BPS menyebutkan, bawang merah merupakan tanaman sayuran dengan produktivitas terbesar. Yaitu mencapai 1,5 juta ton/tahun dari luas lahan 156.779.

Khusus luas lahan bawang merah di Desa Banjaranyar 56 ha. Adapun dalam setahun, petani setempat dapat menanam bawang merah dua kali.

“Kami berharap rekomendasi pemupukan ini dapat diduplikasi oleh petani bawang merah lainnya,” ujar Rahmad.

BACA JUGA :  Pemprov Segera Ambil Alih Pengelolaan Terminal Joyoboyo

Pada bagian lain , Dirut Petrokimia Gresik (PG) juga mengunjungi sentra budidaya melati di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan keseriusan PG menggarap pasar florikultura dalam mewujudkan asa solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan.

Menurutnya, pupuk khusus florikultura merupakan pasar potensial yang belum tergarap maksimal oleh Petrokimia Gresik maupun produsen pupuk lainnya.
Padahal, dari hasil blusukan ke beberapa tempat termasuk ke Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa pasar florikultura sangat potensial untuk penetrasi produk komersial Petrokimia Gresik. (iz/nul)