Perjuangan Kiai Ridwan Pencipta Lambang NU Bakal Dikisahkan dalam Drama Teatrikal

Reporter : Muhammad Khoirur Rosyid - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya–Sepenggal kisah Kiai Ridwan Abdullah pencipta lambang NU bakal dikisahkan dalam sebuah drama teatrikal pada Selasa (26/10/2021) di Auditorium Universitas Ciputra. Judul acara yang diangkat adalah ‘Kanvas Sunyi Kiai Ridwan’.

BACA JUGA :  Bantu Pemerataan Penjualan Produk, Wali Kota Eri Bakal Buat Sistem Berbasis Aplikasi Untuk UMKM

Panggung teater ini diselenggarakan oleh PCNU Surabaya bersama Lesbumi NU dan PC Ansor Surabaya.

“Tentang sejarah pembuatan lambang NU tak semua tahu lika-liku dan suka-dukanya. Kiai Ridwan diminta Mbah Hasyim ciptakan lambang NU,” kata Gus Hudin selalu perwakilan dari PCNU Surabaya, Minggu (24/10/2021) malam.

Dalam acara ini Gus Hudin berharap agar ada sesuatu yang bisa diambil dan disuri tauladani. Yaitu, ahklak dan adab para Kiai NU yang menjadi kisah utama dalam drama teatrikal ini.

Gus Hudin juga mengomentari banyaknya pemain muda dalam drama teatrikal. Menurut dia itu sengaja dipilih.

“Pemain masih muda, karena di tahun 2026, NU bukan gerakan kiai sepuh tapi muda. Usia kiai Ridwan 40 tahun, Mbah wahab 37 tahun, Kiai Mas Alwi juga,” bebernya.

Pada sesi dialognya juga nanti akan dibuat semirip mungkin. “Apa adanya ada yang panggil kang, ji dan mas kecuali Hadratus Syeh Kiai Hasyim,” tegasnya.

Karena para pendiri NU ini dahulunya jelas Gus Hudin masih satu lembaga pendidikan. Yakni, berkumpul di Pondok Demangan milik Syaikhona Cholil di Madura.

“Bentuk panji bukan bendera. Liat dramanya biar tahu proses Kiai Ridwan ciptakan lambang. Istikhoroh berkali-kali, karena mintanya Kiai Hasyim Haiba agar
Bagaimana tak ketinggalan zaman,” terangnya.

Sementara itu M. Mundzir pemeran dari Kiai Ridwan mengaku dengan keyakinan tinggi menerima peran tersebut. “Karena sudah perintah kiai. Mau tidak mau harus siap,” pungkasnya.(mkr)