Peras Kades, Polres Probolinggo Tangkap Tangan Oknum LSM

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

AW oknum LSM saat menjalani pemeriksaan di ruang Unit Tipikor Polres Probolinggo.

KLIKJATIM.Com | Probolinggo – Tim Saber Pungli Polres Probolinggo melakukan operasi tangkap tangan terhadap AW (38) oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Reformasi, Senin (29/6/2020). Terduga diamankan ketika hendak memeras Bawon Santoso, Kepala Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

BACA JUGA :  PSBB Diterapkan di Surabaya Raya, Pasien Positif Harus Turun

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP. Rizki Santoso saat dikonfirmasi membenarkan kejadian OTT tersebut. Oknum LSM asal Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu, terkena OTT sekitar pukul 13.00 WIB. Tim Saber Pungli melakukan penangkapa setelah menerima pengaduan yang korban.

“Dari tangan oknum LSM ini, kami menyita barang bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp3 juta, sebuah ponsel android dan amplop warna coklat. Barang bukti itu, disita di lokasi penangkapan,” kata kasat reskrim.

Sumber di Tim Saber Pungli Probolinggo menyebutkan, pemerasan itu diketahui saat AW meminta uang senilai Rp5 juta ke Kades Bawon. Uang itu diminta setelah menuding Kades ada penyalahgunaan anggaran Dana Desa (DD). Jika permintaan tersebut tak dipenuhi, maka AW akan melaporkannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo.

BACA JUGA :  Hindari Kerumunan, Pemkot Pasuruan Gelar Pasar Online

Oleh korban permintaan itu disanggupi dan meminta AW datang ke rumahnya. Namun, karena merasa tak bersalah, ia kemudian menghubungi tim Saber Pungli. AW yang tak sadar tengah diintai, kemudian datang ke lokasi. Tim gabungan dari Unit Opsnal Timur, Tim Khusus, dan Saber Pungli langsung menciduk oknum anggota LSM tersebut.

Tapi, dugaan pemerasan itu, dibantah oleh AW. “Sepeser pun saya tidak merasa memeras. Saya ditelepon suruh ke sana dan dikasih uang sama dia (Kades, red),” ujar saat ditemui di ruang Unit Tipikor Polres Probolinggo.

Awalnya, kata AW , sekitar pukul 10.00, dia melakukan panggilan ke nomor handphone Bawon. “Saya miss call nomor Pak Kades. Karena sebelumnya nomor saya diblokir,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Wahid mengaku mendapatkan telepon balik dari Bawon. Saat itulah mereka membahas masalah duit. “Kades cair (tidak menjelaskan maksud dari cair, Red), terus saya bilang bagi-bagi dan minta belikan sepeda seharga Rp 5 juta,” ujar dia. (hen)