Perang Melawan Covid-19, Siswa SMA di Gresik Produksi Disinfektan

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Kepala Sekolah SMA Hidayatus Salam, Atho'ilah (dua kanan) didampingi anak-anak didiknya saat menyerahkan cairan disinfektan yang diproduksi sendiri kepada Kepala Desa Lowayu, Amin Iskandar. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Upaya pencegahan terhadap penyebaran coronavirus disease (covid-19) gencar dilakukan banyak kalangan. Selain pemerintah dan perwakilan organisasi, anak-anak didik juga ikut peduli memerangi penyebaran virus yang kini dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO (World Health Organization) tersebut.

Misalnya pelajar SMA Hidayatus Salam Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Anak-anak yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Karya Ilmiah di sekolahnya ini memproduksi cairan disinfektan sendiri.

“Kami menggunakan bahan sesuai rekomendasi kesehatan, dengan bahan utamanya natrium hipoklorit,” kata Nikita Khoirun Nisa’ yang juga diamini oleh temannya, Muda, pelajar kelas XI MIA SMA Hidayatus Salam Lowayu, Rabu (25/3/2020).

BACA JUGA :  Kualitas Daging Ayam Jelek, Warga Keluhkan BPNT di Benjeng

Saat ini per harinya masih bisa produksi 32 liter karena keterbatasan bahan baku di sekolah. Tapi, pihaknya mengaku sudah koordinasi dengan sekolah yang sekarang dalam proses pemesanan bahan baku.

“Kami juga memproduksi handsanitizer yang sekarang masih proses penyempurnaan,” tambahnya.

Kepala Sekolah SMA Hidayatus Salam Lowayu, Atho’ilah menjelaskan, alasan anak-anak didiknya memproduksi disinfektan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman pandemi virus Corona di Indonesia. Terutama di tengah kebutuhan disinfektan yang tinggi untuk penyemprotan.

“Jadi anak-anak KIR (Karya Ilmiah) ini sering mendapatkan prestasi, bahkan di tingkat nasional tentang penemuan-penemuannya di beberapa bidang, maka kami merasa perlu mengamalkn ilmu tersebut untuk membantu masyarakat pada situasi yang seperti ini,” paparnya.

Rencananya disinfekatan ini akan diproduksi masal. Kemudian dijual murah khusus bagi masyarakat Desa Lowayu.

BACA JUGA :  Jembatan Cincin Babat Bakal Diperbaiki Selama 10 Bulan, Berikut Rencana Rekayasa Lalu Lintasnya

“Untuk saat ini masih kami prioritaskan bagi masyarakat Lowayu terlebih dulu, karena kami juga bekerjasama dengan Pemerintahan Desa,” ungkapnya.

Selain dijual khusus, pihaknya juga akan memanfaatkan disinfektan tersebut untuk penyemprotan di lingkungan sekolah, dan beberapa titik yang dirasa penting. “Untuk pengemasannya dibantu dari anak-anak OSIS,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lowayu, Amin Iskandar sangat mengapresiasi hasil kerja keras anak-anak didik SMA Hidayatus Salam. Karena upaya kepedulian mereka dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 ini merupakan bentuk gerakan sosial demi kebaikan bersama.

“Kami dari Pemerintahan Desa Lowayu juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, dengan memperhatikan segala anjuran dari pemerintah dan jangan panik. Mudah-mudahan semua ini bisa memberikan manfaat, dan masyarakat Lowayu terhindar dari berbagai musibah terutama ancaman virus Corona,” tandasnya. (nul/rtn)