Penyaluran Bantuan Pangan di Bojonegoro Belum Tepat Sasaran

Reporter : Muhammad Khoirur Rosyid - klikjatim.com

Komisi C DPRD Bojonegoro saat menggelar sidak penyaluran BPNT di Kecamatan Trucuk, Bojonegoro. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro–Penyaluran bantuan pangan non-tunai (BPNT) dinilai DPRD Bojonegoro belum tepat sasaran. Sebab, ada warga kaya yang menerima bantuan, sebaliknya ada warga miskin tapi malah tidak dapat bantuan.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Muchlasin Affan mengatakan, pendataan keluarga penerima manfaat (KPM) di Bojonegoro hingga saat ini masih belum tuntas. Selain itu, penyaluran bantuan pangan selama ini dinilai belum tepat sasaran.

BACA JUGA :  2 Rumah di Sroyo Bojonegoro Ludes Terbakar, Padi 13 Karung Aman

“Ada yang tidak layak menerima BPNT tapi malah menerima. Ada yang layak menerima tapi malah tidak menerima bantuan,” katanya, saat inspeksi mendadak (sidak) di Kecamatan Trucuk, Jumat (4/10/2019).

Afan mencontohkan, di Kecamatan Trucuk, pendataan KPM hingga saat ini belum tuntas. Padahal mulai September 2019 kemarin penyaluran BPNT sudah dimulai. Dia mengatakan, baru separuh jumlah desa di Kecamatan Trucuk yang telah menerima BPNT.

“Jadi, di Trucuk ini masalahnya kompleks. September kemarin baru separuh jumlah desa yang menerima BPNT,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Afan menilai, ada sistem kerja yang tidak berjalan dalam penyaluran BPNT di Kecamatan Trucuk. Sebab, lanjut Afan, seharusnya jika bantuan sudah disalurkan, sudah ada sasaran yang tepat dan agen yang menyalurkan.

“Nah, ini di Trucuk ada agen baru yang belum memiliki EDC (mesin gesek ATM). Mesin EDC itu harusnya menjadi tanggungjawab perbankan penyalur. Ini ada sebagian agen yang belum memiliki,” jelas dia.

BACA JUGA :  Piala Kemenpora Semakin Dekat, Aji Santoso Bakal Tambah Intensitas Latihan Persebaya

Afan menegaskan, Komisi C akan terus menggelar sidak di beberapa kecamatan. Jika ditemukan banyak ketidak sesuaian dalam penyaluran BPNT pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Misalnya, kalau ada penyaluran tidak tepat sasaran, atau mungkin ada agen yang belum siap menyalurkan bantuan. Akan kami sampaikan ke Kemensos untuk ditindaklanjuti,” tegas Afan. (fif/mkr)