Penlok Pembangunan Rumah Sakit Gresik Selatan Meleset di 100 Hari Kerja Pertama Bupati

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Dinkes dan Dinas Pertanahan saat survey lokasi penentuan lokasi untuk rumah sakit Gresik Selatan.

KLIKJATIM.Com | Gresik —  Rencana pembangunan Rumah Sakit Gresik Selatan (RSGS) sepertinya mundur dari jadwal. Pasalnya, di dalam program 100 hari kerja Bupati, tepatnya di 33 hari kerja pertama Bupati mentarget lokasi sudah ditentukan. Namun hingga kini lokasi yang diplot untuk rumah sakit tersebut belum dapat dipastikan.

BACA JUGA :  Pemdes Tutup Warkop Plus, Satpol PP Hanya Beri Teguran

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Pemkab Gresik telah melakukan studi di dua lokasi yang berada di dua kecamatan. Yakni di Driyorejo dan Kedamean. Sebelumnya rencana pembangunan RSGS itu disebut akan dibangun di Driyorejo hingga muncul dua opsi titik di kecamatan Driyorejo ini.

Namun dari hasil survei disekitar wilayah Driyorejo sudah banyak berdiri rumah sakit. Sehingga Pemkab urung membangun RSGS disana.

Sedangkan untuk wilayah Kedamean, Pemkab juga memiliki dua opsi lokasi. Namun yang paling tepat dan sudah disetujui di Dusun Tempel, Desa Tanjung, Kedamean. Nantinya RSGS itu dibangun di atas tanah sekitar 5.000 m persegi. Tapi meski sempat disetujui lokasi RSGS di Desa Tanjung, dalam perkembangannya ada ada perubahan.

Kepala Bappeda Pemkab Gresik Hermanto T Sianturi mengatakan, lokasi di Desa Tanjung, Kedamean itu saat ini ditinjau ulang. Sebab, lokasi tersebut dianggap masih berstatus waduk. Sehingga, penentuan lokasi (Penlok) yang sudah ditentukan tersebut harus diklarifikasikan ke pusat dulu.

“Ini masih menunggu. Kalau boleh ya dilanjutkan disana. Kalau tidak ya mencari lokasi lain,” kata Hermanto.

Padahal progres RSGS itu sudah dirapatkan antara Bupati dengan BPN. Pihak desa pun telah melakukan pematokan lahan di area yang dianggap waduk itu.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Gresik drg Saifudin Ghozali mengatakan memang RSGS akan dibangun tahun ini. Sebab plot anggarannya sudah ada sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu untuk persiapan pembangunan. Baik digunakan untuk dana perencanaan maupun kebutuhan lain.

“Kemarin sudah survei lahan dengan Dinas Pertanahan,” ucapnya.

Perlu diketahui, rencana pembangunan RSGS ini telah muncul sejak 2019 lalu. Dalam APBD 2019, Pemkab telah menganggarkan Rp 300 juta untuk kajian kelayakan. Kemudian di tahun 2020, Pemkab kembali menganggarkan Rp 5 miliar untuk RSGS, namun karena ada refocuing covid-19, anggaran itu dihilangkan. Barulah tahun 2021 ini ada anggaran lagi sebesar Rp 1,5 miliar.

Nantinya, RSGS itu akan beroperasi sebagau RS tipe C. Atau satu tipe dibawah RSUD Ibnu Sina. Sejauh ini estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 54 miliar. Memang dana itu tidak banyak, karena fasilitas rumah sakit akan diselesaikan secara bertahap. (bro)